Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

SENAM TAI CHI LEBIH EFEKTIF MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS DAN KESEIMBANGAN DARIPADA SENAM BUGAR LANSIA PADA LANSIA DI KOTA DENPASAR Komang Tri Adi Suparwati; I Made Muliarta; Muhammad Irfan
Sport and Fitness Journal Volume 5, No. 1, 2017
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.139 KB)

Abstract

Kondisi lansia merupakan kondisi dimana terdapat penurunan fungsi baik secara anatomis maupun fisiologis. Penurunan kemampuan muskuloskeletal serta perubahan postur dan ditambah menurunnya kemampuan sistem panca indera, vestibular serta somatosensoris dapat mengganggu fleksibilitas dan keseimbangan pada lansia sehingga resiko jatuh lebih besar. Upaya untuk mengurangi resiko jatuh yaitu latihan fisik. Dewasa ini banyak jenis latihan fisik yang dilakukan oleh lansia seperti jalan santai, bersepeda, yoga dan renang. Namun sering kali didapatkan hasil yang tidak sesuai dengan kondisi tubuh. Penelitian ini dilakukan pada April 2016 sampai Mei 2016 yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas antara Senam Tai Chi dengan Senam Bugar Lansia terhadap fleksibilitas dan keseimbangan pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah pre test and post test two group design, berlangsung selama 5 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Sampel penelitian ini berasal dari Asosiasi Tai Chi Nasional Indonesia (ATNI) dengan jumlah lansia 40 orang dimana dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 20 lansia. Kelompok I diberikan program Senam Tai Chi dan Kelompok II yang diberikan program Senam Bugar Lansia. Pengukuran fleksibilitas menggunakan chair sit and reach test dan keseimbangan menggunakan four square step test yang diukur sebelum maupun sesudah program latihan pada masing-masing subjek. Hasil penelitian pada Kelompok I setelah perlakuan diperoleh rerata fleksibilitas sebesar 3,98 ± 1,81 cm dan keseimbangan sebesar 10,95 ± 2,96 detik dengan nilai p=0,000. Sedangkan hasil penelitian Kelompok II setelah diperoleh rerata fleksibilitas sebesar 0,83 ± 2,87 cm dan keseimbangan sebesar 14,10 ± 2,20 detik dengan nilai p=0,000. Beda rerata fleksibilitas dan keseimbangan antara ke dua kelompok menggunakan uji Independent t-test diperoleh nilai p=0,000 yang artinya berbeda secara signifikan dengan nilai rerata fleksibilitas 3,15 cm dan keseimbangan -3,15 detik sehingga ditemukan peningkatan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan Senam Tai Chi dan Senam Bugar Lansia sama-sama efektif meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan pada lansia di Kota Denpasar, namun Senam Tai Chi lebih efektif terhadap peningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan pada lansia di Kota Denpasar.
HUBUNGAN Q-ANGLE DENGAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANJUT USIA DENGAN DIAGNOSIS OSTEOARTRITIS LUTUT DI PUSKESMAS TEGALLALANG I Ni Wayan Teza Andika; I Putu Astrawan; Komang Tri Adi Suparwati; Ida Ayu Ratih Wulansari Manuaba
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i2.2551

Abstract

Latar Belakang: Osteoartritis lutut merupakan proses degeneratif pada lanjut usia 60 tahun ke atas. Keluhan utama adalah nyeri lutut, kekakuan, keterbatasan gerak sendi, penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot, hingga menyebabkan abnormalitas alignmen lutut. Terjadinya abnormalitas alignmen menyebabkan distribusi tekanan yang lebih tinggi pada sendi sehingga akan mengakibatkan ketidakstabilan pada patella akibatnya terjadi kelemahan pada otot quadriceps femoris yang mengakibatkan terjadi penurunan kemampuan mempertahankan keseimbangan dinamis. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Q-angle dengan keseimbangan dinamis pada lanjut usia dengan diagnosis osteoartritis lutut di Puskesmas Tegallalang I. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi potong lintang yang dilakukan pada 15 Maret sampai 9 April 2021 dengan populasi lanjut usia yang di diagnosis osteoartritis lutut yang telah memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Responden dipilih dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan bentuk purposive sampling, berdasarkan rumus besar sampel didapatkan 38 responden. Pengukuran Q-angle dengan menggunakan goniometer dan keseimbangan dinamis menggunakan time up and go test. Hasil: Hasil penelitian menunjukan analisis hubungan antara Q-angle dengan keseimbangan dinamis pada lanjut usia dengan diagnosis osteoartritis lutut dengan uji pearson dengan hasil p sebesar 0,003 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,476 (r>0,05) yang menunjukkan hubungan yang kuat. Simpulan: Terdapat hubungan antara Q-angle dengan keseimbangan dinamis pada lanjut usia dengan diagnosis osteoartritis lutut.
The Effect Of Brain Gym On Cognitive Function In The Elderly In Banjar Belaluan Sadmerta Dangin Puri Kauh Village North Denpasar District Ni Putu Diah Anantari; I Putu Astrawan; Komang Tri Adi Suparwati
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v5i1.1212

Abstract

The aging process will cause a decrease in the neurological system which will affect cognitive function in the elderly. The purpose of this study was to determine the effect of brain gym on cognitive function in the elderly in Banjar Belaluan Sadmerta, Dangin Puri Kauh Village, North Denpasar District. Experimental research with a pre-test and post-test control group design which was carried out in April - May 2022 with a research sample of 16 subject in Banjar Belaluan Sadmerta who met the inclusion criteria. The measurement instrument to assess cognitive function was using the Mini Mental State Examination (MMSE) questionnaire. The data were analyzed by independent t-test to determine the effect of brain gym on cognitive function in the elderly and the results obtained p = 0,000 (p <0,05) which indicates that there is a significant difference between the cognitive function of the elderly in the treatment group and the control group. It was concluded that brain gym affects cognitive function in the elderly in Banjar Belaluan Sadmerta, Dangin Puri Kauh Village, North Denpasar District
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI BANJAR KALANGANYAR DESA DANGIN PURI KAJA KECAMATAN DENPASAR UTARA Dewa Krisna; IGA Sri Wahyuni Novianti; Komang Tri Adi Suparwati; Ida Ayu Astiti Suadnyana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.5799

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun. Bertambahnya usia diikuti dengan terjadinya proses penuaan. Proses penuaan yang dialami pada lansia salah satunya adalah perubahan pola tidur. Perubahan pola tidur yang terjadi adalah lansia sering terbangun di malam hari dan susah untuk kembali tertidur sehingga waktu tidur normal tidak tercapai. Waktu tidur normal lansia sekitar 7-8 jam, lansia yang mendapatkan kualitas tidur yang baik dapat membantu penyimpanan memori yang berhubungan dengan fungsi kognitifnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada lansia. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel keseluruhan adalah 50 orang lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan pengukuran fungsi kognitif menggunakan kuesioner Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS dan diuji menggunakan somers’d. Hasil penelitian pada lansia didapatkan responden dengan kualitas tidur baik pada kategori fungsi intelektual utuh sebanyak 20 orang, responden dengan kualitas tidur sedang dengan kategori gangguan kognitif  ringan sebanyak 17 orang dan tidak terdapat kualitas tidur buruk dengan gangguan kognitif sedang-berat. Hasil uji menggunakan somers’d didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada lansia di Banjar Kalanganyar, Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.
HUBUNGAN DERAJAT MEROKOK DENGAN NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA PRIA DEWASA AWAL (20 – 40 TAHUN) DI DESA TAMPAKSIRING, KECAMATAN TAMPAKSIRING I Wayan Wiraguna; I Putu Astrawan; Komang Tri Adi Suparwati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.5887

Abstract

Merokok merupakan suatu aktivitas menyalakan, meresap dan atau menghidu olahan tembakau yang dikemas dalam bentuk rokok. Derajat merokok adalah perkalian jangka waktu merokok dalam tahun dengan jumlah rata-rata batang rokok yang dihisap. Semakin berat derajat merokok seseorang maka akan menyebabkan gangguan struktur dan fungsi sistem pernapasan, sehingga mempengaruhi nilai Arus Puncak Ekspirasi (APE). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan derajat merokok dengan nilai arus puncak ekspirasi pada pria dewasa awal usia 20 – 40 tahun di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilakukan pada 15 – 30 Mei 2022 dengan menggunakan rancangan penelitian potong lintang dan pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan bentuk purposive sampling didapatkan sebanyak 52 responden yang telah memenuhi kriteria eksklusi serta inklusi. Pengukuran derajat merokok menggunakan Indeks Brinkman (IB) dan APE dengan alat Peak Flow Meter (PFM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 52 responden pria dewasa awal didapatkan hasil analisis hubungan derajat merokok dengan nilai arus puncak ekspirasi dengan uji pearson didapatkan hasil nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,623 (p > 0,05) yang membuktikan bahwa terdapat hubungan yang kuat kearah yang berlawanan antara derajat merokok dengan nilai arus puncak ekspirasi pada pria dewasa awal usia 20 – 40 tahun. Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat memperhatikan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi nilai APE pada pria dewasa awal, serta hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan untuk peneliti selanjutnya.
PELAYANAN FISIOTERAPI PADA CEDERA FASE AKUT DALAM KEGIATAN BIMA NATA CUP DI DESA PELAGA I Putu Prisa Jaya; I.A Pascha Paramurthi; I Made Dhita Prianthara; Komang Tri Adi Suparwati; Ida Ayu Astiti Suadnyana; I Putu Astrawan; I Gusti Ayu Sri Wahyuni Novianti
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.751

Abstract

Football is a group sport that is popular all over the world that has a high risk of falling and impacting so that it can cause injury. To avoid this, a medical team must be prepared such as doctors and physiotherapists, either prepared by the team or provided by the match organizer. Basically Physiotherapy aims to develop, maintain and restore movement and bodily function through manual manipulation, motion enhancement, functional exercises and communication at individuals and groups. This activity aims to provide the first treatment for injuries suffered by football athletes who compete in the Bima Nata Cup activities, especially in providing physiotherapy services for acute injuries. The methods used in accordance with the physiotherapy care system start from inputs: namely athletes who have suffered injuries, process: examination of athletes followed by the preparation of interventions according to the injuries experienced, outputs: athlete's recovery and outcomes: the athlete's satisfaction with the servants provided. The results of the services performed on the 15 football clubs that compete physiotherapists can help and provide treatment to athletes who have suffered injuries while competing. Based on the number of injury cases, the most cases of injuries to the ankle were 33%, injuries to the knee were 25%, injuries to the hamstring were 20%, injuries to the shoulder were 8%, injuries to the wrist were 8% and injuries to the wrist were 6%. The process carried out is in the form of a physiotherapy process which includes assessment, diagnosis, intervention and evaluation. Physiotherapy interventions carried out using the RICE method and the use of physiotherapy modalities in the form of exercise therapy. It can be concluded that there were 36 athletes who suffered injuries. And it can illustrate that the need for physiotherapy services in a football.
PEMERIKSAAN DAN EDUKASI KESEIMBANGAN DINAMIS PADA KELOMPOK LANSIA KARANG LANSIA RAHAYU BANJAR KERTHA BHUWANA, DENPASAR I Made Dhita Prianthara; I. A Pascha Paramurthi; Komang Tri Adi Suparwati; Ida Ayu Astiti Suadnyana; I Putu Prisa Jaya; I Putu Astrawan; I Gusti Ayu Sri Wahyuni Novianti; Ida Ayu Ratih Wulansari Manuaba
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i2.968

Abstract

Balance refers to the body's ability to maintain balance while adjusting to gravity, the ground, and other objects in its environment. Balance disorders can reduce the quality of life and reduce the independence of the elderly. Elderly people with balance disorders are at higher risk of falling, which can result in a variety of traumas, including broken bones, serious injuries, and even death. This activity aims to examine and provide education to the elderly regarding balance and various kinds of risks caused by balance disorders as well as preventive measures that can be carried out in the form of balance exercises. The method used in this activity is divided into several stages, namely the licensing and audience stages with the elderly, then the implementation stage of the activity by carrying out a balance check using the Fukuda step test. The next stage is to provide education about balance and preventive measures that can be taken to prevent balance disorders. The output of this activity is an increase in the quality of life of the elderly, while the outcome is the satisfaction of the elderly with the services provided. The results of this community service activity were the number of elderly who participated in the activity as many as 26 people with details of men totaling 8 (30.8%) people, while women totaling 18 (69.2%) people. There were 17 (65.4%) elderly who experienced balance disorders and 9 (34.6%) people with good balance. Based on these results, it can be concluded that many elderly people experience balance disorders in the Karang Lansia Rahayu Elderly Group, Banjar Kertha Bhuwana, Denpasar.
Improving Range of Motion through Leg Extension Exercise and Static Bike Exercise for Osteoarthritis Genu I.A. Pascha Paramurthi; Komang Tri Adi Suparwati; I Made Dhita Prianthara; I Wayan Aris Yuliana
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 8, No 2 (2023): Health Benefits of Exercise and Physical Activity
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpjo.v8i2.58404

Abstract

Aging is identical with decreased functional abilities, such as prolonged standing, walking, squatting, running, or other activities. These decreases in functional ability can be caused by a degenerative disease, namely osteoarthritis (OA) genu resulting in a limited motion in the knee joint caused by a decrease in range of motion. Treatments for OA Genu cases include leg extension exercise and static bike exercise to maintain and to increase the range of motion (ROM) of knee joints.  This study was a Quasi Experimental study. The study lasted for five weeks from May-June. The sample of this study were 24 people. The results of the study found that the ability to movement extension and knee flexion in both groups increased. Both groups obtained p  value = 0.625 for extension and p value = 0.062 for flexion.  The p value of extension and flexion is p0.05. Results showed that, after the intervention in both groups, the osteoarthritis  patients at Siloam Hospitals Bali had improved flexion ROM and knee extension. Based on the difference value before and after treatment, the percentage increase in range of motion extension and flexion in the static bike group was slightly higher than the leg extension exercise group. It concludes that leg extension exercise and static bike exercise are equally good in increasing ROM of osteoarthritis patients. Leg extension exercises and static bike exercise can be used as alternative exercises to improve the ability to bend and to straighten knee joints experiencing limitations or stiffness.
INDEKS MASSA TUBUH DAN TEKANAN DARAH BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA Luh Komang Ari Trisna Jayanti; Komang Tri Adi Suparwati; I Putu Prisa Jaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p14

Abstract

Pendahuluan: Lansia adalah suatu tahapan akhir dari fase kehidupan. Bertambahnya umur, kondisi dan fungsi tubuh terjadi penurunan yang berpengaruh terhadap perubahan komposisi tubuh sehingga menyebabkan peningkatan danpenurunan Indeks Massa Tubuh (IMT)serta terjadinya penebalan dinding arteri yang mengakibatkan penyempitan pada pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah serta penurunan aktivitas sistem saraf yang akan menimbulkan dampak negatif yaitu terjadinya kualitas tidur buruk. Tujuan dari penelitian ini membuktikan hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dan hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan Mei 2022. Populasi pada penelitian ini adalah lansia di Banjar Kemulan Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah responden sebanyak 62 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengukuran massa tubuh menggunakan IMT, tekanan darah menggunakan tensimeter pegas dan kualitas tidur menggunakan PQSI. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dan hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur. Hasil: Hasil analisis menunjukkan hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dengan hasil p sebesar 0,000 (p < 0,05) dan hasil analisis hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur dengan hasil p sebesar 0,001 (p < 0,05). Simpulan: Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan tekanan darah terhadap kualitas tidur pada lansia di Banjar Kemulan Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Kata Kunci: indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, kualitas tidur, lansia
Analisa Indeks Massa Tubuh dan Fleksibilitas Otot Hamstring Lansia di Sesetan: Studi Observasional I Gusti Bagus Ngurah Galang Angob Bramana; Komang Tri Adi Suparwati; I Made Dhita Prianthara; I Putu Astrawan
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2024.v12.i01.p15

Abstract

Pendahuluan: Seiring bertambahnya usia, fleksibilitas otot mengalami penurunan yang memiliki peran dalam menjaga stabilitas postur tubuh dan pergerakan yang penting dalam kaitannya dengan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) pada lansia. Penurunan fleksibilitas otot juga dapat mengakibatkan keterbatasan fisik yang berdampak pada produktivitas, kualitas hidup, dan kebahagiaan lansia. Salah satu faktor yang memengaruhi fleksibilitas otot adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan antara IMT dan fleksibilitas otot hamstring pada lansia. Metode: Ringkasan metode penelitian menjelaskan desain penelitian yang digunakan. Rancangan penelitian ini merupakan studi potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan pada bulan April 2021. Populasi penelitian melibatkan seluruh lansia di Banjar Alas Arum Sesetan Denpasar, dan sampel dipilih dengan metode pengambilan sampel keseluruhan (whole sampling). Sebanyak 57 sampel penelitian memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. IMT diukur dengan mengukur berat badan dan tinggi badan partisipan, dan kemudian dihitung dengan rumus IMT. Fleksibilitas otot hamstring diukur dengan Chair Sit and Reach Test. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak komputer, dengan uji chi-square test untuk menilai hubungan antara IMT dan fleksibilitas otot hamstring. Hasil: Hasil analisis hubungan antara IMT dan fleksibilitas hamstring pada lansia dengan uji chi-square test menunjukkan hasil p=0,000 (p<0,05), menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan fleksibilitas hamstring. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan fleksibilitas otot hamstring pada lansia di Banjar Alas Arum Sesetan Denpasar. Kata Kunci: indeks massa tubuh, fleksibilitas hamstring, lansia