Kursi dan meja kerja yang tidak ergonomis dapat memengaruhi kelelahan kerja, produktivitas, dan sikap kerja karyawan. Berdasarkan teori kelelahan kerja (Fatigue Theory), postur kerja yang tidak sesuai menyebabkan kelelahan fisik dan potensi cedera otot, sehingga menurunkan kinerja. Teori ergonomi menekankan pentingnya desain tempat kerja yang sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan manusia untuk meminimalkan beban kerja fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Sikap Kerja Duduk Pada Kursi Dan Meja Kerja Yang Tidak Ergonomi Dengan Kelelahan Kerja Pegawai Dinas Kesehatan Kota Baubau. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang, yang merupakan pegawai Dinas Kesehatan Kota Baubau pada bidang kesehatan masyarakat, dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dan kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa sikap kerja duduk pada kursi dan meja kerja yang tidak ergonomis menyebabkan ketidaknyamanan fisik seperti nyeri punggung, leher, dan bahu yang berdampak pada penurunan produktivitas kerja pegawai Dinas Kesehatan Kota Baubau. Berdasarkan analisis antropometri, ukuran kursi dan meja belum sesuai dengan tinggi badan rata-rata pegawai (155–160 cm), sehingga posisi duduk tidak ideal dan menimbulkan kelelahan. Dengan demikian, kesesuaian fasilitas kerja dengan ukuran tubuh pekerja sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan produktivitas kerja.
Copyrights © 2026