Jurnal ini mengkaji perkembangan pemikiran Islam melalui analisis komparatif antara Abu Hamid al-Ghazali dan Ibnu Rusyd, dua tokoh utama yang membentuk perdebatan epistemologis tentang hubungan antara akal dan wahyu. Al-Ghazali, sebagai kritikus filsafat, menekankan superioritas wahyu dan intuisi mistik atas akal dalam metafisika, sementara Ibnu Rusyd memperjuangkan harmoni antara akal dan wahyu sebagai dua sumber kebenaran yang saling melengkapi. Latar belakang intelektual dan historis keduanya al-Ghazali di Timur Islam yang penuh gejolak politik dan sektarian, serta Ibnu Rusyd di Andalusia yang lebih terbuka terhadap filsafat membentuk pandangan mereka. Implikasi perdebatan ini meliputi penguatan teologi dan sufisme di dunia Islam Timur, kemunduran filsafat di Barat Islam, serta pengaruh signifikan terhadap Renaisans Eropa melalui Averroisme Latin. Kajian ini menunjukkan bahwa perdebatan tersebut tidak hanya membentuk arus intelektual Islam tetapi juga berkontribusi pada perkembangan global filsafat dan teologi, menawarkan pelajaran bagi dialog antara rasionalitas dan spiritualitas di era kontemporer.
Copyrights © 2026