Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari soft skill dan hard skill terhadap work readiness dengan dimediasi knowledge management. Penelitian ini dilakukan terhadap Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Gama Malang dengan jumlah responden sebanyak 104 mahasiswa dan data diproses melalui software Smart Partial Least Square (PLS). Hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1) soft skill terbukti secara secara nyata mampu meningkatkan efektivitas dalam mengelola, berbagi, dan menyerap informasi. (2) keterampilan teknis (hard skill) merupakan faktor pendorong yang paling kuat dalam membentuk kapasitas mahasiwa untuk mengoranisir pengetahuan secara sistematis. (3) soft skill belum cukup kuat untuk secara otomatis menjamin kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan profesional didunia kerja. (4) Tingkat kesiapan mahasiwa untuk terjun ke industri atau dunia kerja sangat ditentukan oleh seberapa dalam mereka menguasai keahlian teknis. (5) kemampuan mahasiswa dalam memproses informasi menjadi pengetahuan yang aplikastif terbukti menjadi modal penting yang mempercepat kesiapan kerja. (6) sistem manajemen pengetahuan yang ada saat ini belum mampu menjembatani atau mengubah kecakapan sosial mahasiswa menjadi sebuah standar kesiapan kerja yang diakui oleh industri. (7) Mahasiswa akan memiliki kesiapan kerja yang jauh lebih matang apabila keahlian teknis yang mereka miliki dikelola dan diinternalisasi melalu proses pembelajaran dan berbagai pengetahuan yang terstruktur.
Copyrights © 2026