Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Industry 4.0: Transforming E-Commerce and Startup Businesses Through Sustainable Innovation Febryawan, Aldy; Bintang Diviana Frezita
Journal of Management Research and Studies Vol. 2 No. 1: January - June (2024)
Publisher : Optima Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the transformative impact of Industry 4.0 on e-commerce and startup businesses, with a focus on sustainable innovation. It aims to identify the significant changes brought by Industry 4.0, examine the types of sustainable innovations implemented, and analyze their effects on business performance. Using a qualitative research approach and case study methodology, the research targets e-commerce companies and startups that have adopted Industry 4.0 technologies and sustainable innovations. Data collection involves in-depth interviews with managers and employees, participatory observations, and document analysis, including annual reports and relevant company articles. Data analysis is conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. Validity and reliability are ensured through data source triangulation, member checking, and maintaining an audit trail. The findings reveal substantial changes in e-commerce and startup operations due to Industry 4.0, diverse sustainable innovations adopted, and their positive impacts on efficiency, sustainability, and competitiveness. The study concludes with practical recommendations for e-commerce and startups to enhance the application of Industry 4.0 technologies and sustainable innovations in their business processes. This research provides a comprehensive understanding of how Industry 4.0 and sustainable innovation are driving the transformation of e-commerce and startup businesses.
MEMPERKUAT DAYA SAING MELALUI OPTIMALISASI MANAJEMEN BISNIS DAN PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI Hermawati, Adya; Febryawan, Aldy; Husin, Husin; Nurwati, Nurwati; Bahri, Syamsul; Santoso, R. Tri Priyono Budi
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.2013

Abstract

Potensi besar tenaga kerja produktif di Desa Plunturan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur perlu dioptimalkan untuk memberdayakan UKM, salah satunya UKM Bengkel Las Maenaka. Sayangnya, para pemilik UKM bengkel las di Ponorogo banyak menghadapi permasalahan manajemen dalam mengelola bisnisnya. Sebagian besar pemilik UKM berasal dari latar belakang pekerja las yang tidak memiliki pendidikan formal manajemen bisnis. Ditambah skala usaha UKM bengkel las yang mayoritas masih sangat kecil menyulitkan untuk fokus dalam mengelola aspek-aspek manajemen secara profesional. Keterbatasan modal juga menjadi hambatan bagi UKM untuk merekrut tenaga ahli manajemen maupun melakukan pelatihan-pelatihan manajerial. Dari situasi tersebut, Tim Pengusul berusaha membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh UKM di bidang bengkel las dengan bekerja sama dengan UKM Bengkel Las Maenaka. Berbagai masalah pun muncul, antara lain tata kelola manajerial bisnis UKM yang tidak terstruktur, belum berdasarkan pada Standar Operasional Prosedur (SOP), lemahnya aspek tata kelola administrasi dan manajemen keuangan, kurang optimalnya kinerja proses pengeboran, belum efektifnya proses pemotongan, dan belum maksimalnya strategi pemasaran. Untuk itu, tim pengusul memberikan lima metode untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di UKM Bengkel Las Maenaka. Abstract. The significant potential of the productive workforce in Plunturan Village, Ponorogo Regency, East Java, needs to be optimized to empower SMEs, one of which is the Maenaka Welding Workshop SME. Unfortunately, many SME welding workshop owners in Ponorogo face management issues in running their businesses. Most of the SME owners come from welding backgrounds without formal business management education. Additionally, the majority of the welding workshop SMEs are very small in scale, making it challenging to focus on managing various aspects professionally. Limited capital also hinders SMEs from recruiting management experts or conducting managerial training. From this situation, the Proposing Team strives to assist in solving the problems faced by SMEs in the welding workshop sector by partnering with the Maenaka Welding Workshop SME. Various issues have emerged, including unstructured business management, lack of adherence to Standard Operating Procedures (SOPs), weak administrative and financial management, suboptimal drilling performance, ineffective cutting processes, and underdeveloped marketing strategies. Therefore, the proposing team has provided five methods to address the issues faced by the Maenaka Welding Workshop SME.
Analisis Integratif Soft Skill dan Hard Skill terhadap Work Readiness melalui Knowledge Management Febryawan, Aldy; Hermawati, Adya; Sodik, Sodik
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 9 No 1 (2026): Artikel Riset Januari 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i1.2563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari soft skill dan hard skill terhadap work readiness dengan dimediasi knowledge management. Penelitian ini dilakukan terhadap Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Gama Malang dengan jumlah responden sebanyak 104 mahasiswa dan data diproses melalui software Smart Partial Least Square (PLS). Hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1) soft skill terbukti secara secara nyata mampu meningkatkan efektivitas dalam mengelola, berbagi, dan menyerap informasi. (2) keterampilan teknis (hard skill) merupakan faktor pendorong yang paling kuat dalam membentuk kapasitas mahasiwa untuk mengoranisir pengetahuan secara sistematis. (3) soft skill belum cukup kuat untuk secara otomatis menjamin kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan profesional didunia kerja. (4) Tingkat kesiapan mahasiwa untuk terjun ke industri atau dunia kerja sangat ditentukan oleh seberapa dalam mereka menguasai keahlian teknis. (5) kemampuan mahasiswa dalam memproses informasi menjadi pengetahuan yang aplikastif terbukti menjadi modal penting yang mempercepat kesiapan kerja. (6) sistem manajemen pengetahuan yang ada saat ini belum mampu menjembatani atau mengubah kecakapan sosial mahasiswa menjadi sebuah standar kesiapan kerja yang diakui oleh industri. (7) Mahasiswa akan memiliki kesiapan kerja yang jauh lebih matang apabila keahlian teknis yang mereka miliki dikelola dan diinternalisasi melalu proses pembelajaran dan berbagai pengetahuan yang terstruktur.