Perkembangan era Revolusi Industri 4.0 menuntut dunia pendidikan untuk menyiapkan generasi yang memiliki keterampilan abad ke-21, khususnya kemampuan berpikir kritis sebagai elemen penting agar siswa lebih tanggap dalam mengambil keputusan. Namun, hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa Indonesia masih rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mengembangkannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan model pembelajaran Prediction, Observation, Explanation, Elaboration, Write, Evaluation (POE2WE) yang berlandaskan konstruktivisme. Model ini menekankan keterlibatan aktif siswa dalam memprediksi, mengamati, menjelaskan, mengelaborasi, menulis, dan mengevaluasi konsep yang dipelajari. Studi literatur ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model POE2WE berbantuan media eksploratif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika. Data diperoleh dari berbagai penelitian relevan, baik nasional maupun internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi POE2WE dengan media eksploratif seperti GeoGebra, virtual lab, e-learning, dan tes digital berbasis kecerdasan buatan dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Media eksploratif membantu siswa memvisualisasikan konsep abstrak secara dinamis, sementara tahap menulis dan evaluasi mendorong refleksi serta penilaian terhadap strategi pemecahan masalah. Dengan demikian, penerapan model POE2WE berbantuan media eksploratif efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21.
Copyrights © 2026