Tendangan dollyo chagi merupakan teknik penting dalam Taekwondo kecabangan kyorugi. Tendangan ini harus mampu frekuentif yaitu cepat dan berulang. Adapun, salah satu komponen pendukung dollyo chagi adalah daya tahan otot terutama tungkai bawah yang mana berpotensi membantu atlet mempertahankan performa dan frekuensi tendangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan daya tahan otot tungkai bawah dengan frekuensi tendangan dollyo chagi pada atlet Taekwondo kyorugi. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 35 atlet yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Daya tahan otot tungkai bawah diukur menggunakan Squat Test (jumlah repetisi maksimal), sedangkan frekuensi tendangan dollyo chagi diukur menggunakan Frequency of Speed Kick Test (FSKT) 10 detik (jumlah tendangan valid maksimal). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara daya tahan otot tungkai bawah dan frekuensi tendangan dollyo chagi (r = 0,756; p < 0,001). Kesimpulannya, semakin baik daya tahan otot tungkai bawah maka semakin tinggi frekuensi tendangan dollyo chagi pada atlet Taekwondo kyorugi.
Copyrights © 2026