Gizi yang baik pada masa balita sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pekerjaan dan penghasilan orang tua dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Tembelang, Jombang. Penelitian dilakukan dengan desain potong lintang (cross-sectional) terhadap 58 balita usia 0–59 bulan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua dan pengukuran berat serta tinggi badan balita. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar balita memiliki status gizi baik (69%). Orang tua sebagian besar bekerja sebagai buruh dan memiliki penghasilan bulanan ≥Rp1.500.000. Namun, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis pekerjaan (p=0,531) maupun penghasilan (p=0,223) dengan status gizi balita. Temuan ini menunjukkan bahwa pekerjaan dan penghasilan orang tua bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi status gizi. Faktor lain seperti pendidikan ibu, sanitasi lingkungan, dan pola asuh kemungkinan memiliki peran lebih besar. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih menyeluruh dalam upaya perbaikan gizi balita sangat diperlukan
Copyrights © 2026