Pencak silat, sebagai identitas budaya Kota Madiun, memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi wisata budaya yang dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Namun, pemanfaatan potensi tersebut memerlukan strategi komunikasi budaya yang mampu mengintegrasikan pemerintah, komunitas perguruan, pelaku usaha, dan Masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi budaya dalam pengembangan wisata Pencak Silat, mengidentifikasi bentuk transformasi sosial yang muncul, serta mengkaji dampak ekonomi awal yang dihasilkan. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan model sequential exploratory, diawali dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan focus group discussion (FGD), kemudian dilanjutkan dengan analisis kuantitatif melalui penyusunan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama pengembangan wisata Pencak Silat terletak pada identitas budaya yang kuat, jejaring komunitas perguruan, dan narasi historis yang hidup. Sebaliknya, rendahnya kapasitas digital UMKM dan lemahnya koordinasi lintas pemangku kepentingan menjadi kendala utama. Analisis IFAS–EFAS menempatkan strategi pengembangan pada kategori growth stability dengan peluang eksternal yang tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi budaya berperan penting dalam membentuk narasi wisata, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan membuka peluang ekonomi baru. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antar-pemangku kepentingan dan peningkatan kapasitas digital menjadi kunci keberlanjutan wisata budaya Pencak Silat.
Copyrights © 2026