Latar Belakang: Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Kemoterapi sebagai terapi utama sering menimbulkan efek samping berupa mual dan muntah (Chemotherapy Induced Nausea and Vomiting atau CINV), terutama pada penggunaan obat yang memiliki tingkat emetogenik tinggi. Meskipun telah diberikan obat antiemetik, sebagian pasien masih mengalami keluhan tersebut. Akupresur titik Perikardium 6 (P6) atau Neiguan merupakan terapi komplementer non farmakologis yang dapat membantu menekan mual dan muntah akibat kemoterapi.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian terapi akupresur titik perikardium 6 (P6) terhadap tingkat mual dan muntah pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.Metode: Metode yang digunakan studi kasus pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dengan regimen cisplatin di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Intervensi akupresur titik P6 dilakukan pada hari pertama kemoterapi setelah obat diberikan, dengan frekuensi tiga kali sehari pada pukul 07.00, 12.00, dan 18.00 WIB. Setiap tangan dilakukan selama 10 menit menggunakan minyak zaitun, dan penilaian mual muntah menggunakan Rhodes Index Nausea, Vomiting & Retching (RINVR).Hasil: Rata-rata skor RINVR sebelum intervensi adalah 17 (kategori mual muntah berat), dan setelah intervensi terjadi penurunan rata-rata skor sebesar 9 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa akupresur titik P6 efektif menurunkan mual dan muntah pada pasien kemoterapi melalui mekanisme pelepasan β-endorfin dan ACTH yang menekan aktivitas chemoreceptor trigger zone (CTZ).Kesimpulan: Intervensi akupresur titik Perikardium 6 (P6) memiliki pengaruh terhadap penurunan tingkat mual dan muntah pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Copyrights © 2026