Pemberdayaan petani kopi berperan penting dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui peningkatan kapasitas, akses pasar, dan penguatan kelembagaan. Penelitian ini dilakukan pada petani kopi binaan Imah Kopi Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, untuk menganalisis pengaruh pelatihan keterampilan, pendampingan kelembagaan, dan penyediaan pasar terhadap pendapatan keluarga. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 30 responden. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel berpengaruh secara simultan terhadap pendapatan keluarga dengan nilai R² = 0,607, artinya 60,7% variasi pendapatan dijelaskan oleh model pemberdayaan. Uji F menghasilkan Fhitung 13,419 > Ftabel 2,975, menunjukkan model layak digunakan. Secara parsial, pelatihan keterampilan memiliki pengaruh paling dominan (thitung 4,618 > ttabel 2,975 dan sig. 0,000), diikuti pendampingan kelembagaan (thitung 2,762) dan penyediaan pasar (thitung -2,216). Hasil ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan dukungan kelembagaan dalam memperkuat kemandirian ekonomi petani kopi di Banten.
Copyrights © 2026