Proyek konstruksi merupakan sektor kerja dengan tingkat risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang tinggi akibat kompleksitas aktivitas, penggunaan alat berat, serta paparan bahaya fisik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil risiko K3 pada Proyek Konstruksi Sekolah Rakyat Sumsel. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, identifikasi bahaya, serta analisis risiko berdasarkan kemungkinan kejadian dan tingkat keparahan dampak. Observasi dilakukan pada berbagai tahapan pekerjaan, meliputi mobilisasi, pembersihan lahan, galian, pembesian, bekisting, pengecoran, pekerjaan baja, arsitektural, hingga finishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dominan meliputi jatuh dari ketinggian, tertabrak alat berat, tertimpa material, paparan debu, kebisingan, bahan kimia, serta gangguan ergonomi. Tahapan pekerjaan struktural seperti galian, pembesian, bekisting, dan pengecoran memiliki tingkat risiko tertinggi. Faktor penyebab utama risiko meliputi unsafe condition, unsafe act, kurangnya housekeeping, lemahnya pengendalian teknis, serta keterbatasan pengawasan K3. Upaya pengendalian risiko yang direkomendasikan mencakup penerapan hirarki pengendalian, peningkatan pengawasan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan tenaga kerja, serta optimalisasi Sistem Manajemen K3. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang sistematis merupakan kunci dalam menurunkan potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada proyek konstruksi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan praktik K3 pada proyek konstruksi sejenis.
Copyrights © 2025