Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Sehat dan Mandiri: Upaya Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri tentang Dismenore di SMA Pembina Palembang Oktriyedi, Ferly; Zalila, Rifka; Piko, Sari Octarina; Handayani, Lela
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): JLIPM - AGUSTUS
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i2.108

Abstract

Dismenore atau nyeri haid merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling umum dialami oleh remaja putri, terutama pada masa sekolah menengah atas (SMA). Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif partisipatif untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore secara sehat dan mandiri. Dilaksanakan pada Selasa, 27 Mei 2025 di SMA Pembina Palembang, kegiatan ini melibatkan 25 siswi kelas X dan XI. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test untuk mengukur efektivitas edukasi. Sebelum penyuluhan, peserta mengisi pre-test berupa kuesioner pilihan ganda terkait pengertian, penyebab, gejala, dan penanganan dismenore secara non-farmakologis dan preventif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Pembina pada tanggal 27 Mei 2025, dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi kesehatan tentang dismenore secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 50,2 sebelum edukasi menjadi 79,6 setelah edukasi, serta hasil uji t berpasangan yang menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Edukasi yang diberikan dengan metode visual, diskusi kelompok, dan studi kasus terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai gejala, penyebab, dan penanganan dismenore. Oleh karena itu, kegiatan edukasi serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkala di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya promosi kesehatan reproduksi remaja.
Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum Saputri, Rika; Pairoh, Pairoh; Piko, Sari Octarina
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan karena kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau tubuh yang tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkkan oleh pankreas secara efektif (Maryunani, 2013). Adapun tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Penatalaksanaan Perawatan Luka pada Asuhan Keperawatan pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum. Metode penelitian ini adalah jenis karya tulis ilmiah menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah Asuhan keperawatan pada dua pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum. Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum  ini dilaksanakan pada tanggal 24-28 agustus 2020. Pelaksanaan Perawatan Luka dengan menggunakan cairan NaCl selama 3 hari dengan waktu pagi dan sore hari. Berdasarkan kesimpulan, catatan perkembangan kepada kedua pasien penatalaksanaan perawatan luka pada pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum, hasil evaluasi keperawatan Tn. “T” dan Ny. “M” masalah nyeri teratasi. Sedangkan masalah kerusakan integritas jaringan  pada Tn. “T” dan Ny. “M” masalah teratasi sebagian.
Gambran Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Proyek Konstruksi Sekolah Rakyat Sumatera Selatan Oktriyedi, Ferly; Piko, Sari Octarina; Handayani, Lela
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/24e9ck67

Abstract

Proyek konstruksi merupakan sektor kerja dengan tingkat risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang tinggi akibat kompleksitas aktivitas, penggunaan alat berat, serta paparan bahaya fisik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil risiko K3 pada Proyek Konstruksi Sekolah Rakyat Sumsel. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, identifikasi bahaya, serta analisis risiko berdasarkan kemungkinan kejadian dan tingkat keparahan dampak. Observasi dilakukan pada berbagai tahapan pekerjaan, meliputi mobilisasi, pembersihan lahan, galian, pembesian, bekisting, pengecoran, pekerjaan baja, arsitektural, hingga finishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dominan meliputi jatuh dari ketinggian, tertabrak alat berat, tertimpa material, paparan debu, kebisingan, bahan kimia, serta gangguan ergonomi. Tahapan pekerjaan struktural seperti galian, pembesian, bekisting, dan pengecoran memiliki tingkat risiko tertinggi. Faktor penyebab utama risiko meliputi unsafe condition, unsafe act, kurangnya housekeeping, lemahnya pengendalian teknis, serta keterbatasan pengawasan K3. Upaya pengendalian risiko yang direkomendasikan mencakup penerapan hirarki pengendalian, peningkatan pengawasan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan tenaga kerja, serta optimalisasi Sistem Manajemen K3. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang sistematis merupakan kunci dalam menurunkan potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada proyek konstruksi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan praktik K3 pada proyek konstruksi sejenis.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Perempuan di Pabrik Beras Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan Handayani, Lela; Oktriyedi, Ferly; Zalila, Rifka; Piko, Sari Octarina
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan merupakan aspek penting yang memengaruhi kualitas hidup, produktivitas kerja, dan kesejahteraan keluarga. Pekerja perempuan di pabrik beras berisiko mengalami gangguan kesehatan reproduksi akibat beban kerja fisik, jam kerja panjang, dan keterbatasan akses informasi kesehatan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan praktis peserta terkait kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, media edukasi, praktik demonstrasi, dan konsultasi individu. Peserta berjumlah ±50 orang, berpartisipasi aktif selama kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sekitar 40% berdasarkan evaluasi kuisioner, serta antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab dan konsultasi individu. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran pekerja perempuan, mengurangi risiko gangguan kesehatan reproduksi, serta mendorong pembentukan budaya perusahaan yang peduli kesehatan. Penyuluhan ini menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif untuk memberdayakan pekerja perempuan melalui edukasi kesehatan reproduksi.