Kemampuan merancang solusi pemrograman merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran pemrograman karena menuntut siswa untuk memahami masalah, menyusun algoritma, dan mengintegrasikan logika ke dalam struktur program. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengalaman siswa dalam merancang solusi pemrograman dan menjelaskan proses pembentukan strategi belajar ketika menghadapi tantangan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Subjek penelitian terdiri atas 12 siswa program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 8 Malang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan solusi pemrograman merupakan proses adaptif yang berkembang secara bertahap. Proses ini diawali oleh kondisi awal belajar siswa, kemudian berkembang melalui tantangan kognitif, teknis, dan afektif selama pembelajaran. Tantangan tersebut mendorong siswa untuk menyesuaikan strategi belajar, seperti memahami instruksi, melakukan koding langsung, berdiskusi, dan memanfaatkan sumber belajar tambahan. Strategi belajar menjadi kategori inti yang menghubungkan tantangan pembelajaran dengan perkembangan pemahaman, kepercayaan diri, dan intensi belajar siswa. Penelitian ini menghasilkan teori substantif yang menjelaskan bahwa keberhasilan perancangan solusi pemrograman ditentukan oleh kemampuan siswa dalam mengadaptasi strategi belajar secara dinamis.
Copyrights © 2026