Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis idealisasi nilai ziarah di Keramat Rangkang sebagai basis pengembangan model pedagogi pluralisme dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terkait eksistensi makam dan praktik ritual masyarakat. Hasil temuan ilmiah menunjukkan bahwa Keramat Rangkang telah mengalami transformasi ritual dari corak mistik menjadi praktik yang selaras dengan nilai Islam Nusantara, menjadikannya ruang negosiasi budaya yang harmonis. Meskipun terdapat kegelisahan akademik di kalangan guru PAI akibat ketidakpastian identitas historis makam, fenomena ini justru membuka peluang strategis untuk merekonstruksi kurikulum PAI berbasis kearifan lokal. Kesimpulannya, pengembangan model pedagogi pluralisme melalui ziarah edukatif di Keramat Rangkang mampu mensinergikan doktrin agama dengan tradisi lokal, sekaligus memperkuat identitas religius siswa di tengah arus modernisasi. Penelitian ini penting sebagai referensi dalam memposisikan warisan budaya lokal sebagai laboratorium karakter dalam pendidikan Islam yang inklusif
Copyrights © 2026