Salah satu karya sastra yang masih banyak diminati terutama oleh remaja adalah novel fiksi remaja. Novel tersebut banyak diminati karena menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami dan banyak menggunakan bahasa-bahasa gaul remaja masa kini, salah satunya adalah novel Gibran Dirgantara karya Falistiyana. Bahasa gaul merupakan salah satu bentuk ekspresi linguistik yang berkembang di kalangan remaja dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam konteks sosial dan budaya mereka. Novel Gibran Dirgantara karya Falistiyana menjadi salah satu contoh karya sastra yang menggunakan bahasa gaul sebagai elemen utama untuk menggambarkan dinamika kehidupan remaja. Meskipun bahasa gaul sering kali dianggap tidak baku, penggunaannya dalam karya sastra memiliki nilai lebih, khususnya dalam menggambarkan interaksi sosial yang lebih hidup dengan pembaca muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pembentukan bahasa gaul yang ditemukan dalam novel tersebut, yang mencakup akronim, pemendekan kata, pemelesetan kata, serta kata baru dan kata sudah ada yang mengalami pergeseran makna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik simak dan catat. Penelitian ini difokuskan pada penggunaan bahasa gaul berdasarkan pola pembentukannya. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan empat pola pembentukan bahasa gaul yang dominan, yakni: (1) akronim, (2) pemendekan kata, (3) pemelesetan kata, serta (4) kata baru dan kata yang sudah ada yang mengalami pergeseran makna. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai evolusi bahasa gaul di kalangan remaja serta kontribusinya dalam pengajaran bahasa Indonesia, khususnya pada modul ajar kelas XII SMA sebagai bahan penyusunan materi ajar.
Copyrights © 2025