Tanah Ultisol menunjukkan potensi yang cukup besar bagi bidang pertanian di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat, namun jika tidak dikelola dengan efektif penggunaan tanah ini dihadapkan pada hambatan yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman khususnya tanaman perkebunan. Masalah umum tanah Ultisol mencakup tingkat kemasaman yang tinggi, kejenuhan Al yang tinggi, kekurangan unsur hara makro terutama P, K, Ca, dan Mg, serta kandungan bahan organik yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah Ultisol pada beberapa lahan karet dengan tanaman penutup dan tanpa tanaman penutup tanah serta memberikan saran pemupukan N, P, K yang sesuai pada lahan karet di Kecamatan Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif dengan melakukan survei pada jenis tanah Ultisol di beberapa lahan karet di Kelurahan Sabalo, Kecamatan Bengkayang. Berdasarkan hasil analisis tanah di laboratorium dan pengamatan lapangan diketahui bahwa lahan karet dengan tanaman penutup rumput gajah mini memiliki nilai C-organik dan N-total yang lebih baik, lahan karet dengan tanaman penutup paku harupat menunjukkan sifat kimia yang buruk dibandingkan dengan lahan karet tanpa tanaman penutup, dan lahan karet tanpa tanaman penutup memiliki nilai P-tersedia lebih baik dibandingkan lahan lainnya.
Copyrights © 2026