Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Sekolah Dasar (SD) seringkali dihadapkan pada metode ceramah yang cenderung pasif, sehingga sulit menghubungkan nilai-nilai iman dengan realitas kehidupan sehari-hari peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan karakter Kristiani (toleransi, empati) pada peserta didik kelas V. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus dengan melibatkan 15 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan jurnal refleksi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan berpikir kritis peserta didik meningkat dari 61 (pra-siklus) menjadi 82 (siklus II). Peningkatan karakter Kristiani terlihat dari peningkatan partisipasi aktif peserta didik dalam menyelesaikan masalah moral kontemporer dan kemampuan mereka dalam mengambil keputusan etis. PBM terbukti efektif karena mendorong peserta didik untuk mengkonstruksi pemahaman iman secara mandiri melalui pengalaman pemecahan masalah.
Copyrights © 2026