Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi kampanye politik yang memanfaatkan identitas budaya dan modal sosial dalam membentuk perilaku pemilih, dengan menggunakan kasus kampanye Herman Deru pada pemilihan gubernur Sumatera Selatan 2018. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi media kampanye. Temuan menunjukkan bahwa Herman Deru secara strategis membangun narasi identitas etnis Komering menggunakan simbol-simbol lokal seperti slogan "Putra Asli Komering" dan bahasa daerah, yang mendorong kedekatan emosional dengan pemilih. Selain itu, mobilisasi modal sosial melalui penguatan (solidaritas etnis), jembatan (hubungan antar kelompok), dan keterkaitan (akses ke elit politik dan ekonomi) memperluas jangkauan kampanye dan memperkuat kepercayaan publik. Integrasi komunikasi politik berbasis identitas dengan jaringan sosial terstruktur terbukti efektif dalam mempengaruhi perilaku pemilih.
Copyrights © 2025