Struktur komposit baja dan beton sering membutuhkan perkuatan efektif akibat degradasi dan peningkatan beban layanan. Teknik Near Surface Mounted (NSM) Fiber Reinforced Polymer (FRP) telah muncul sebagai solusi superior karena rasio kekuatan-berat yang tinggi dan ketahanan korosi. Namun, tantangan utama tetap ada pada mekanisme kegagalan lekatan yang bersifat getas dan manajemen daktilitas. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) untuk mensintesis studi eksperimental dan numerik mengenai kinerja NSM, parameter lekatan, dan efek prategang. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa NSM FRP pasif meningkatkan kapasitas lentur (10%-20%), tetapi secara signifikan mengurangi daktilitas (14.8%-19.35%), dengan kegagalan dominan berupa pengelupasan penutup beton yang getas. Sebaliknya, penerapan prategang (PNSM) menawarkan kinerja unggul, termasuk peningkatan kapasitas (hingga 16.36%) dan kontrol yang lebih baik terhadap retak serta kekakuan awal. Meskipun demikian, tingkat prategang yang terlalu tinggi menimbulkan risiko fraktur FRP prematur dan kegagalan yang sangat getas. Kesimpulannya, desain perkuatan NSM harus mengoptimalkan tingkat prategang untuk menyeimbangkan peningkatan kekuatan dan daktilitas. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengembangkan model prediktif yang andal untuk kegagalan lekatan dan menentukan tingkat prategang optimal yang aman, terutama untuk aplikasi di lingkungan tropis.
Copyrights © 2025