Remaja mengalami berbagai perubahan pada berbagai aspek dirinya dan memiliki perkembangan otak yang masih belum matang. Kondisi ini membuat remaja rentan melakukan perilaku yang berisiko, namun dalam waktu yang sama berpotensi untuk mengembangkan berbagai keterampilan. Salah satu perilaku berisiko yang dialami remaja berkaitan dengan bagaimana mereka berelasi dengan orang-orang terdekat mereka. Hal ini menjadi kepedulian sekolah Wijaya Kusuma sehingga membuat diperlukannya pelatihan mengenai remaja dan dinamika permasalahannya kepada para orang tua dan guru. Selain itu para siswa juga perlu diberikan pembekalan untuk lebih memahami diri mereka dan dapat membangun relasi yang lebih sehat. Pelaksanaan pelatihan di sekolah milik Yayasan Wijaya Kusuma Pratama ini dilakukan oleh tim Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan. Total empat sesi pelatihan diberikan kepada 29 guru, 28 orang tua, dan 117 siswa yang menjadi peserta pelatihan. Dari hasil pelatihan ini diketahui bahwa para peserta menilai bahwa informasi yang diberikan berguna bagi mereka. Para siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai materi yang diberikan. Selain itu para guru dan orang tua juga mendapatkan pengetahuan serta pemahaman baru mengenai remaja dan langkah praktis yang dapat dilakukan dalam menghadapi remaja mereka. Walaupun begitu, masih tetap diperlukan adanya pembekalan lanjutan akan masalah remaja kepada para pendamping remaja.
Copyrights © 2025