Pendidikan tinggi kontemporer menuntut mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan belajar mandiri dan keterampilan metakognitif. Self-assessment merupakan komponen kunci dari self-regulated learning yang melibatkan proses evaluasi pemahaman, refleksi strategi belajar, dan penetapan target belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil belajar mahasiswa semester 5 Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Universitas Negeri Malang dalam mata kuliah Metodologi Penelitian berdasarkan tingkat penerapan self-assessment. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ex post facto komparatif yang melibatkan 29 mahasiswa (total sampling). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner self-assessment (20 item, skala Likert 4 poin) dan dokumen nilai ujian tengah semester. Mahasiswa dikategorikan menjadi tiga kelompok: Sedang (n=10), Tinggi (n=14), dan Sangat Tinggi (n=5) berdasarkan metode persentil. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan Post Hoc Tukey HSD (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (F=13,547; p<0,001). Kelompok Sangat Tinggi memiliki rerata nilai 79,00, kelompok Tinggi 68,21, dan kelompok Sedang 63,30. Uji Post Hoc mengungkapkan bahwa kelompok Sangat Tinggi berbeda signifikan dengan kelompok Tinggi (p=0,002) dan kelompok Sedang (p=0,000), mengindikasikan adanya threshold effect dimana self-assessment yang sangat konsisten meningkatkan hasil belajar hingga 24,80%. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa tingkat penerapan self-assessment berkontribusi signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah Metodologi Penelitian.
Copyrights © 2026