Fenomena sumbang duo baleh merupakan sistem nilai yang dibangun dalam merespons sikap dan tingkah laku generasi penerus terutama perempuan dalam budaya adat Minangkabau. Tujuan dari penelitian ini dimana nanti tidak terjadi kesalahpahaman komunikasi interpersonal sumbang duo baleh dalam beberapa karya yang akan disajikan oleh para seniman dan dirangkumlah dalam karya musik “Tigo” ini. Fokus karya ini dari konteks Fenomena sumbang duo baleh sebagai prinsip dalam mengatur cara berprilaku menurut norma dan ketentuan yang berlaku bagi perempuan di Minangkabau dalam bentuk ekspresi simbolik maka pengalaman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dalam upaya mendapatkan data pada wilayah emik minangkabau. Sehingga Proses penciptaan karya musik tidak akan pernah lepas dari sebuah penelitian secara langsung karena kelahiran dari musik tidak hanya mengandalkan sebatas imajinasi saja namun keadaan masyarakat di Minangkabau, sehingga subjek harus tertuang juga dalam konstruksi imajinasi yang sangat dekat dengan fenomena masyarakat sendiri, maka dari itu penciptaan karya ini dinamakan dengan Karya Musik “Tigo”, yang terdiri dari tiga elemen utama, dan memiliki peran signifikan dalam menstrukturkan komunikasi dalam Sumbang Duo Baleh. Elemen-elemen ini, yang dapat meliputi struktur melodi, lirik, dan interaksi antar musisi (atau dua penyanyi/instrumen), berfungsi sebagai saluran untuk pesan-pesan yang lebih dalam, baik untuk diri sendiri (intrapersonal) maupun untuk hubungan sosial dalam masyarakat (interpersonal).
Copyrights © 2026