Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi konflik keluarga dan dinamika hubungan ayah–anak dalam naskah drama Langkah Ayah di Ujung Senja melalui pendekatan apresiasi drama dan sosiologi pengarang dengan landasan teori Strukturalisme Profetik. Drama ini menggambarkan relasi ayah dan anak yang mengalami ketegangan akibat perbedaan habitus, kesibukan kerja, serta melemahnya adab dalam kehidupan keluarga modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks terhadap dialog, alur, tokoh, dan petunjuk pementasan. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan konsep amil, amal, dan amul untuk mengungkap peran agen, praktik sosial, serta proses pembentukan kesadaran etis dan transendental dalam naskah drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik keluarga dalam drama tidak hanya berfungsi sebagai unsur dramatik, tetapi juga sebagai sarana refleksi moral yang mengarahkan tokoh utama pada kesadaran akan pentingnya menghormati orang tua. Transformasi tokoh Irwan dari sikap abai menuju penyesalan dan komitmen moral menegaskan bahwa adab kepada orang tua merupakan nilai fundamental yang tidak dapat ditunda. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan Strukturalisme Profetik efektif digunakan untuk membaca karya sastra sebagai praktik sosial yang mengintegrasikan dimensi estetika, sosial, dan etis, serta relevan sebagai rujukan dalam kajian sastra dan pendidikan karakter.
Copyrights © 2026