Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi strategi penting pemerintah untuk menciptakan tata kelola yang efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesiapan digital aparatur Kecamatan Hutaimbaru, mengidentifikasi hambatan dan peluang implementasi digitalisasi di tingkat kecamatan dan desa, serta merumuskan model kolaborasi digital yang dapat dijadikan acuan bagi daerah lain. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi lapangan, penelitian ini melibatkan 16 responden dari aparatur dan masyarakat melalui angket serta wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa aparatur berada pada kategori cukup siap secara digital, dengan kemampuan dasar mengoperasikan sistem dan komitmen terhadap inovasi. Hambatan utama meliputi keterbatasan jaringan internet, minimnya pelatihan, kurangnya fasilitas perangkat digital, dan rendahnya literasi masyarakat. Namun, terdapat peluang penguatan dari dukungan pimpinan, potensi generasi muda, dan kebijakan pemerintah pusat. Penelitian ini menghasilkan model Collaborative Digital Governance yang melibatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra eksternal untuk memperkuat integrasi sistem informasi dan kapasitas SDM. Secara keseluruhan, transformasi digital di Kecamatan Hutaimbaru masih dalam tahap adaptasi, dengan kepuasan masyarakat berada pada kategori cukup puas (63,8%), sehingga perlu peningkatan kompetensi aparatur dan infrastruktur digital.
Copyrights © 2026