Siswa sekolah dasar sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep IPA yang bersifat abstrak, khususnya materi panas, akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik. Kondisi ini berdampak pada rendahnya minat belajar dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran video animasi Ujang Entis yang dipadukan dengan eksperimen sederhana terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V pada materi panas di SDN Sirnasari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas V yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan Kelompok Kontrol, masing-masing sebanyak 15 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan video animasi dan eksperimen sederhana, sedangkan Kelompok Kontrol menggunakan metode ceramah. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t sampel independen dengan bantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest siswa sebesar 54,07 dan rata-rata nilai posttest sebesar 80,67 pada kelompok eksperimen. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (p 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan nilai posttest, dengan nilai posttest lebih besar dibandingkan nilai pretest. Dengan demikian, penggunaan media video animasi Ujang Entis yang dipadukan dengan eksperimen sederhana memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa sekolah dasar pada materi panas.
Copyrights © 2026