Tulisan ini bertujuan untuk menggali perjalanan wahyu al-Qur’an sebagai fenomena kosmis dan spiritual yang tidak hanya melibatkan aspek eksternal, tetapi juga dimensi batin yang sangat dalam, yakni qalb Nabi Muhammad. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah sumber-sumber utama dan relevan untuk memberikan gambaran utuh mengenai perjalanan wahyu dan relevansinya. Melalui pendekatan tafsir klasik, filsafat Islam, dan tasawuf, tulisan ini menyoroti perjalanan wahyu dari Lauh al-Mahfūzh ke qalb Nabi, proses pembersihan qalb, serta resonansi spiritual yang dialami oleh Nabi dalam menerima wahyu. Kajian ini juga menyoroti pentingnya kesadaran qalb dalam memahami dan menghayati al-Qur’an oleh umat kontemporer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjalanan wahyu ke qalb Nabi Muhammad merupakan fenomena kosmis dan spiritual yang melibatkan lapisan-lapisan realitas dari alam Ilahi hingga dunia manusia. Wahyu bukan sekadar teks, tetapi pancaran cahaya Ilahi yang menyentuh hati dan jiwa Nabi, membentuk kesadaran dan pengalaman spiritual yang mendalam. Penelitian ini merekomendasikan penyucian dan pemanfaatan qalb sebagai media dalam interaksi kosmik dengan Sang Pemilik Ilmu.
Copyrights © 2026