Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

al-‘Adad wa al-Ma’du>d Sitti Aisyah Chalik
Shaut al Arabiyyah Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v4i1.1061

Abstract

Al-‘Adad adalah sesuatu yang menunjukkan terhadap hitungan atau bilangan. al-‘Adad wa al-Ma’du>d. Al-‘Adad ada beberapa macam yaitu Al-‘Adad al-As}li> yaitu apa yang menunjukkan terhadap jumlah sesuatu yang dihitung. Al-‘adad al-as}li> ada empat jenis yang pertama Mufrad, mencakup bilangan dari واحد sampai عشرة, termasuk juga المئة, الألف, dan yang serupa seperti المليون  dan المليار kedua adalah Murakkab, mencakup bilangan dari أحد عشر sampai تسعة عشر ketiga adalah ‘Uqu>d, yaitu bilangan عشرون, ثلاثون sampai تسعون keempat Ma’t}u>f, dari واحد و عشرون hingga تسعة و تسعون. al-‘Adad wa al-Ma’du>d. Al-‘Adad yang kedua adalah Al-‘Adad al-Tarti>bi> yaitu apa yang menunjukkan bilangan bertingkat. Al-‘Adad al-Tarti>bi> ada empat jenis juga yang pertama Mufrad, dari أول sampai عاشر, yang kedua adalah Murakkab, dari حادى عشر  sampai تاسع عشر, yang ketiga adalah‘Uqu>d, yaitu عشرون  sampai تسعون, dan mengikut juga المئة, الألف, المليون  dan المليار, yang keempat adalah Ma’t}u>f, dari حاد و عشرون  sampai تاسع و تسعون.
Al-Huruf Al-Nasikhah: Inna Wa Akhawatuha Sitti Aisyah Chalik
Shaut al Arabiyyah Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Shaut Al-'Arabiyah
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v4i2.1227

Abstract

inna dan huruf-huruf yang berfungsi serupa dengannnya adalah huruf-huruf yang memasuki fungsi jumlah ismiyah yang terdiri dari mubtada’ dan khabar dan mengubah fungsi keduanya dengan menasab mubtada’ (dalam kondisi ini, mubtada’ dinamakan dengan ism) dan merafa’khabar, Syarat Inna dan yang lainnya berfungsi: 1. tidak terangkai dengan (ما الكافة), 2. Ismnya bukan yang memiliki satu fungsi saja, seperti kata (طوبَى) yang hanya berfungsi sebagai mubtada, 3.Khabarnya tidak boleh insya>i>, maka kalimat di bawah ini Inna tidak berfungsi, 4.Jika khabarnya mufrad atau jumlah (yakni bukan syibh al-jumlah) maka harus diakhirkan setelah ismnya.
ستي عائشة خالق الفعل الصيحيح في سورة المائدة (دراسة تحليلية صرفية) Sitti Aisyah Chalik
Shaut al Arabiyyah Vol 6 No 2 (2018): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v6i2.7127

Abstract

هذه الرسالة تبحث عن الفعل الصيحيح في سورة المائدة (دراسة تحليلية صرفية). في هذه الرسالة تبين عن الفعل خصوصا عن الفعل الصيحيح. و المشكلات التي تستعمل الباحثة لبحث هذه الرسالة فهي: 1)كيف أنواع الفعل الصحيح في سورة المائدة ؟، 2) ما وزن الفعل الصحيح في سورة المائدة ؟ شكل هذه البحث هو البحث المكتبي يعني جمع عدة من الكتب المتعلقة بهذا الموضوع. و أما مناهج البحث الذي تستعمل الباحثة لبحث هذه الرسالة فهي طريقة جمع المواد هي جمع الباحثة كل الفعل الصحيح في سورة المائدة و طريقة التنظيم المواد و تحليلها هي نظم البحث ثم تحليل الفعل الصحيح في سورة المائدة و نوعه. وشرح انواعها باستخدام التحليل بالنظر إلى كتب الصرفية المتعلقة في هذا البحث العلمي وكتب التفاسير. والطريقة التي سلكتها الباحثة لجمع هذه البيانات هي بتحديد  القواعد الصرفية العامة التي  تتضمن الشرحات عن الفعل الصحيح ثم تحلل انواعها. من هذا البحث عرفنا أن الفعل الصحيح، و هو ما كان أحرفه الأصلية كلها صحيحة وأصله ليس فيه حرف العلة و هو ثلاثة أقسام فهي السالم و المضاعف و المهموز. وجدت الباحثة 384 (ثلاث مائة وأربعة وثمانون) الفعل الصحيح في سورة المائدة منها: 279( مائتان وتسعة وسبعون ) السالم ، 46( ستة وأربعون) المضاعف، 59(تسعة وخمسون) المهموز. أوزان في سورة المائدة هي: وزن فَعَلَ-يَفْعُلُ- اُفْعُلْ، فَعَلَ- يَفْعِلُ- اِفْعِلْ، فَعَلَ- يَفْعَلُ- اِفْعَلْ، فَعِلَ- يَفْعَلُ- اِفْعَلْ، فَعَّلَ- يُفَعِّلُ- تَفْعِيْلاً، فَاعَلَ- يُفَاعِلُ- فاَعِلْ، أَفْعَلَ- يُفْعِلُ- أفْعِلْ، تَفَعَّلَ- يَتَفَعَّلُ- تَفَعَّلْ، إِفْتَعَلَ- يَفْتَعِلُ- إِفْتَعِلْ.
Metode Dan Strategi Pengajaran Membaca pada Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Pemula Sitti Aisyah Chalik
Shaut al Arabiyyah Vol 8 No 1 (2020): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v8i1.15031

Abstract

This paper discusses the methods and strategies of reading in Arabic lessons. As is well known that language skills include four aspects,  namely  speaking skills, writing skills, reading skills, and listening skills. At the beginner level, reading is a basic skill that must be mastered by everyone who wants to    learn Arabic as a foreign language and as is well known that Arabic is a Foreign Language for non-Arabs. Teaching Arabic which is a foreign language requires various methods and strategies appropriate so that learning objectives can be achieved effectively and efficiently.
Metode Langsung (Al-Tarīqah Al-Mubāsyarah) dan Strategi Pembelajarannya Sitti Aisyah Chalik
Shaut al Arabiyyah Vol 8 No 2 (2020): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v8i2.17788

Abstract

Direct means straight to the point. Direct method or straight to the point method is the way in presenting Arabic where the teacher directly uses the language ( Arabic) as the language in giving instruction , without using students‟ mother tongue . If there is a word is difficult to understand by the students, teachers can interpret that word by using props, demonstrating, describing and etc. This method is based on the understanding that teaching foreign language subject is not the same as teaching the science subject. If in the Learning science, the students are required to memorize certain formulas, think and remember, in language teaching, students or pupil are trained to practice directly spelling certain words or sentences. It is same when we consider a mother in teaching language to her childrens, she practices the language by herself directly , lead her child to pronounce the word by -word, sentence by-sentence, and her children will repeat what she spell in funny way. In principle, Direct method is really important in teaching Arabic, because through this method students can practice their speaking skills directly without using their mother tongue (the language of their scope). Although in the first time it seems difficult for students to duplicate it, but this method finally so interesting for them. 
Metode dan Strategi Pembelajaran Istima’ Sitti Aisyah Chalik
Shaut al Arabiyyah Vol 9 No 2 (2021): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v9i2.31777

Abstract

Abstract : Pembahasan tentang metode dan strategi pembelajaran bahasa arab sangat luas, salah satunya mengenai metode dan strategi pembelajaran istima’. Dalam pembelajaran istima’ Ada tiga tahapan dalam belajar istima’ yaitu tahap perkenalan, tahap mendengarkan dan meniru, yang terakhir tahap mendengarkan dan meniru. Dalam penyampaiannya juga digunakan beberapa metode seperti metode audiolingual sangat cocok untuk pembelajaran istima’. Dan juga dibutuhkan strategi agar pembelajaran semakin menarik dan siswa dapat memhami pelajaran dengan mudah. Ada 3 strategi yang bisa digunakan, strategi pertama yaitu Strategi yang bertujuan untuk melatih kemampuan mendengarkan bacaan dan memahami isi bacaannya secara global. Strategi yang kedua yaitu Strategi yang lebih menekankan pada aspek kemampuan memahami isi bacaan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Strategi yang ketiga yaitu strategi yang menitik beratkan kepada kemampuan untuk mengungkapkan kembali apa yang sudah didengarnya dengan bahasa sendiri.
Quantum Teaching Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Sitti Aisyah Chalik
Shaut al Arabiyyah Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v10i2.31778

Abstract

Model pembelajaran adalah kerangka kerja yang memberikan gambaran sistematis untuk melaksanakan pembelajaran agar membantu belajar siswa dalam tujuan tertentu yang ingin dicapai. Artinya, model pembelajaran merupakan gambaran umum namun tetap mengerucut pada tujuan khusus. Quantum Learning yaitu penggabungan teori-teori pendidikan terkemuka yang kemudian diuji cobakan kepada siswa-siswa melalui program Super Camp. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara membaca/mencari beberapa informasi atau data dari berbagai sumber baik berupa buku ataupun artikel-artikel yang terkait dengan objek penelitian. Hasil penelitian dari beberapa peneliti terkait penelitian ini menjadi data primer. jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka yang menganalisis hasil-hasil penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, yang terkait dengan judul penelitian ini. Perapan model pembelajaran Quantum Teaching, aktivitas belajar menjadi lebih aktif dan cenderung positif dalam mengikuti proses pembelajaran yang diberikan oleh guru. Dengan kondisi tersebut maka tingkat pemahaman akan meningkat dan pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar.
FILSAFAT SOSIAL DALAM AL-QUR’AN Sitti Aisyah Chalik
Jurnal Tafsere Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.626 KB)

Abstract

Masyarakat merupaka sekumpulan orang-orang yang hidup di satu tempat, di dalamnya ada pergaulan  dan diikat oleh kebudayaan. Secara umum bentuk masyarakat dapat dilihat mulai dari: a) Keluarga: merupakan unit terkecil yang membentuk sebuah struktur sosial yang penting dan sebagai pondasi awal sebuah bangunan masyarakat, b) Orangtua dan kerabat: bentuk  ini juga banyak mendapat perhatian dala al-Qur’an karena merupakan bagian dari masyarakat yang mempunyai hak-hak dan kewajiban dalam kehidupan sosial, c) Kaum fakir dan miskin: Kelompok ini banyak ditemui disekitar kita, yang keberadaannya sangat mempengaruhi kelangsungan sebuah masyarakat, d) Masyarakat secara umum: Unsur berikutnya adalah masyarakat secara umum. Islam memberikan perintah yang jelas dalam berinteraksi sesama anggota masyarakat.  Tujuan  masyarakat menurut al-Qur’an, selain menjalankan tugas dan kewajibannya, saling tolong menolong dan saling menghargai. Yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana mencapai  derajat taqwa serta kebahagiaan hakiki (surga).
THE CONCEPT OF RELIGIOUS MODERATION OF MUSLIM MINORITY COMMUNITY IN CHARACTER BUILDING OF WEST PAPUA SOCIETY Chalik , Sitti Aisyah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i11

Abstract

Abstract: Religious moderation is essential for all levels of society, especially students in West Papua City and Regency. This study was conducted to analyze the perceptions and constraints faced by students on the concept of religious moderation of Muslim minority communities in character building in West Papua. This qualitative research intended to explore the phenomenon experienced by the research subjects using methodological and scientific approaches. The data collection method was carried out through observation, interview, and documentation with researchers as the main instrument and supporting instruments using an observation list (checklist), interview guidelines, and media. The results showed that from the point of social relations, ordinary Muslim communities carry out activities blending with the communities, both non-Muslims and fellow Muslims. Abstrak: Moderasi beragama sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya mahasiswa yang berada di Kota dan Kabupaten Papua Barat.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis persepsi serta kendala yang dihadapi mahasiswa terhadap Konsep moderasi beragama masyarakat minoritas muslim dalam pembentukan karakter di Papua Barat.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, dengan pendekatan yakni dari segi pendekatan metodologis dan dari segi pendekatan keilmuan. metode pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrument utama serta instrument penunjang berupa: daftar observasi (check list observation), pedoman wawancara, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sudut hubungan sosial masyarakat muslim biasa melakukan kegiatan yang merupakan pembauran dengan masyarakat nonmuslim sekitar baik itu sesama muslim maupun yang lain.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS ONLINE BAGI PEMULA Sitti Aisyah Chalik; Anwar Abd. Rahman; Irma Juliana Hasbullah; Muh. Nur Ihsan HB; Amrain, Deefa Augista; Zelviyah Nur Hajma; Rinikmawati. H; Alfiani Irdan; Abdul Jalil; Moh. Rahul
Al-Kalim : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 4 No. 1: APRIL 2025
Publisher : Yayasan Daarul Qimmah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60040/jak.v4i1.131

Abstract

Peralihan sistem pembelajaran dari luring ke daring pasca pandemi COVID-19 membawa dampak signifikan terhadap efektivitas pembelajaran Bahasa Arab bagi pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika yang muncul dalam pembelajaran Bahasa Arab berbasis online pada level dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui telaah kritis terhadap dokumen, artikel, dan laporan penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika utama terletak pada tiga dimensi: (1) keterbatasan infrastruktur teknologi dan akses internet yang belum merata; (2) hambatan pedagogis berupa minimnya interaksi, kurangnya umpan balik, dan kesulitan penguasaan fonetik serta struktur dasar Bahasa Arab; dan (3) tantangan psikososial seperti rendahnya motivasi, kejenuhan, dan minimnya dukungan lingkungan belajar. Kesimpulannya, pembelajaran Bahasa Arab daring bagi pemula masih menghadapi kendala sistemik yang membutuhkan pendekatan pedagogis yang lebih adaptif, humanistik, dan kontekstual untuk menjamin efektivitas dan kebermaknaan pembelajaran.