Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sejarah dalam pengembangan keterampilan abad XXI, khususnya karakteristik 4C yaitu kemampuan mengumpulkan informasi, mengorganisasi informasi, menarik kesimpulan, berkomunikasi, merefleksi, dan merencanakan pembelajaran secara kolaboratif . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran sejarah di kelas X dan XI, wawancara mendalam dengan guru sejarah dan peserta didik dan dokumen pendukung lainnya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah berperan sebagai fasilitator, motivator, komunikator, mediator, dan evaluator dalam mengembangkan keterampilan abad XXI melalui penerapan model pembelajaran discovery learning dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Pembelajaran sejarah yang diterapkan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dalam menganalisis peristiwa sejarah, berkomunikasi melalui diskusi dan presentasi, berkolaborasi dalam kerja kelompok, serta mengekspresikan kreativitas melalui proyek dan tugas berbasis digital. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan penguasaan teknologi oleh sebagian guru, perbedaan kesiapan peserta didik, serta keterbatasan waktu pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sejarah sangat menentukan keberhasilan pengembangan keterampilan abad XXI, sehingga diperlukan penguatan kompetensi guru dan dukungan sarana pembelajaran yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026