Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma berpikir guru dalam pembelajaran Bahasa Arab di MAN Tulungagung ditinjau dari perspektif filosofis, linguistik, dan pedagogis. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru Bahasa Arab, observasi proses pembelajaran, dan analisis dokumen perangkat ajar. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjaga validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma berpikir guru terbentuk dari integrasi antara pandangan filosofis tentang hakikat bahasa sebagai sarana pemahaman teks keislaman dan komunikasi global, pemahaman linguistik tentang struktur dan fungsi bahasa Arab, serta pendekatan pedagogis yang memadukan metode tradisional dan komunikatif. Secara filosofis, guru memandang pembelajaran Bahasa Arab sebagai bagian dari pembentukan identitas keilmuan dan religius peserta didik. Secara linguistik, fokus pembelajaran masih cenderung struktural-gramatikal namun mulai bergeser ke pendekatan fungsional. Secara pedagogis, praktik pembelajaran menunjukkan variasi strategi, meskipun sebagian masih berorientasi pada teacher-centered. Penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi paradigma berpikir guru untuk mendorong pembelajaran Bahasa Arab yang lebih reflektif, komunikatif, dan kontekstual.
Copyrights © 2025