Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tingkat kevakuman memengaruhi produksi air tawar pada Fresh Water Generator (FWG) tipe Sondex SFD23/35 di kapal MT. Savir Lion. FWG merupakan mesin penting di kapal karena menyediakan air tawar untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk akomodasi maupun untuk keperluan ruang mesin. Selama penulis melaksanakan praktek berlayar, produksi air tawar mengalami penurunan yang cukup besar—dari kapasitas normal 10–15 ton per hari menjadi sekitar 5 ton per hari. Kondisi ini menimbulkan kendala dalam pemenuhan kebutuhan air di kapal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan masinis yang bertanggung jawab, serta peninjauan dokumen operasional FWG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kevakuman terutama disebabkan oleh melemahnya tekanan pada ejector pump, kerusakan pada air ejector, penyumbatan pada jalur kondensor, serta penumpukan kerak pada plate evaporator. Setelah dilakukan perawatan seperti pembersihan plate, perbaikan sistem pemipaan, dan penggantian air ejector, tingkat kevakuman kembali meningkat dan produksi air tawar pulih ke kondisi normal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa tingkat kevakuman merupakan faktor utama yang menentukan efisiensi proses penguapan di dalam FWG. Semakin stabil dan kuat kevakumannya, semakin optimal produksi air tawar yang dihasilkan. Oleh karena itu, perawatan rutin, pemeriksaan berkala, dan pemantauan tekanan sistem sangat diperlukan untuk memastikan FWG dapat beroperasi dengan baik selama pelayaran.
Copyrights © 2026