Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat stres akademik pada siswa yang menghadapi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PJBL) di SMKN 2 Kota Bekasi. Latar belakang penelitian didasarkan pada perubahan sistem pendidikan di Indonesia yang kini menekankan pembelajaran berbasis proyek sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (98,5%) berada pada kategori stres akademik rendah, sementara 1,5% berada pada kategori sedang. Tidak ditemukan perbedaan signifikan tingkat stres akademik berdasarkan jenis kelamin, usia, maupun jenjang kelas. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun siswa menghadapi tekanan akademik selama pengerjaan proyek, mereka mampu mengelola stres dengan baik. Faktor pendukung rendahnya stres akademik antara lain kemampuan adaptasi, dukungan lingkungan belajar, dan keyakinan diri siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah dan guru terus memberikan dukungan psikologis dan bimbingan yang efektif selama pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek, serta mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan manajemen stres dan adaptasi diri
Copyrights © 2026