Meningkatnya turnover intention pada karyawan pada Dapoer Enha ditengah status hubungan kerja yang sudah pasti dengan semua fasilittas yang sudah didapatkan, masih saja ada karyawan yang ingin melakukan turnover intention dengan alasan merasakan ketidakamanan kerja, stres kerja yang berat serta lingkungan kerja yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh job insecurity dan stres kerja terhadap turnover intenton melalui lingkungan kerja sebagai variabel intervening pada karyawan Dapoer Enha. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan metode Structural Equation Modeling dengan Partial Least Squre. Dengan mengedarkan kuesioner kepada 40 responden. Dari hasil penelitian ini menunjukkan job insecurity berpengaruh positif dan signifikan terhadap lingkunga kerja, sedangkan stress kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap lingkungan kerja, job insecurity, stress kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, job insecurity dan stress kerja berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention melalui lingkungan kerja.
Copyrights © 2026