Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kegiatan mendongeng dengan media TV kardus dalam menstimulasi bahasa lisan anak usia dini di RA Muslimat NU 190 Al Mukhlashin, Gresik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi 2 guru dan 15 anak kelompok B (usia 5-6 tahun). Data dikumpulkan melalui triangulasi teknik, yaitu observasi partisipatif yang fokus pada partisipasi verbal, keberanian berbicara, dan kompleksitas respons, wawancara mendalam terhadap guru, serta studi dokumentasi. Data dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan menjaga keabsahan melalui triangulasi sumber dan pemeriksaan sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media TV kardus yang dibuat dari bahan daur ulang dengan gambar wayang bernuansa Islami berhasil diterapkan secara terstruktur melalui tahap persiapan, pelaksanaan (apersepsi, inti, penutup), dan evaluasi. Implementasi ini meningkatkan partisipasi verbal, keberanian berbicara, panjang respons, serta kemampuan bercerita ulang anak. Media berfungsi sebagai scaffolding dalam Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) dan menyediakan pembelajaran multisensori yang mengintegrasikan aspek visual, auditif, dan kinestetik. Faktor pendukung utama adalah kreativitas guru dan antusiasme anak, sedangkan faktor penghambat meliputi lingkungan dan karakteristik individu. Disimpulkan bahwa TV kardus merupakan media inovatif yang efektif, terjangkau, dan kontekstual untuk pengembangan bahasa lisan anak usia dini, serta merekomendasikan pelatihan guru dalam pendekatan interaktif dan pengembangan bahan ajar berbasis lokal.
Copyrights © 2026