Anak-anak Generasi Z awal memasuki pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan karakteristik pembelajaran yang berbeda yang dibentuk oleh paparan berkelanjutan terhadap media digital dan teknologi interaktif. Karakteristik ini menghadirkan peluang dan tantangan pedagogis untuk menumbuhkan literasi sains dini, khususnya terkait dengan perhatian yang terfragmentasi dan ketergantungan teknologi. Studi ini menggunakan tinjauan literatur sistematis kualitatif dari 30 studi internasional yang ditinjau sejawat yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2025 untuk mensintesis bukti yang muncul tentang ciri-ciri Generasi Z dan pengajaran sains yang sesuai dengan perkembangan. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran sains dini yang efektif paling baik didukung melalui penyelidikan terbimbing berbasis permainan, aktivitas STEM eksperimental, eksplorasi multimodal, dan penggunaan strategis alat digital sebagai kerangka kognitif daripada pengganti konten. Pendekatan instruksional yang menekankan pemodelan, pertanyaan, dan dialog reflektif ketika selaras dengan kesesuaian perkembangan sangat penting untuk memupuk penalaran ilmiah dini. Tinjauan ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang lingkungan pembelajaran yang kaya sains yang responsif terhadap tuntutan era digital.
Copyrights © 2026