Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memanfaatkan daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang melimpah di Daerah Battu Winangun sebagai bahan utama pembuatan sabun cuci piring ekonomis dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi pembuatan, dan pelatihan langsung kepada ibu-ibu rumah tangga. Hasil menunjukkan bahwa sabun yang dihasilkan memiliki aroma segar alami dari pandan, daya bersih efektif terhadap lemak dan kotoran berkat asam sitrat serta limonen dari jeruk nipis, serta biaya produksi hanya sekitar 30-40% dari sabun komersial. Indikator keberhasilan mencapai 85% peserta mampu memproduksi secara mandiri, dengan potensi penghematan pengeluaran rumah tangga hingga per bulan dalam satu keluarga. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk alami, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis, dan membuka peluang usaha rumahan berkelanjutan.
Copyrights © 2026