Anemia pada remaja putri mencapai 32%, yang menunjukkan perlunya intervensi kesehatan masyarakat secara lebih luas, khususnya di tingkat komunitas. Selain itu, data dari Kementerian Kesehatan tahun 2023 menegaskan pentingnya edukasi terkait kesehatan reproduksi dan deteksi dini penyakit tidak menular pada remaja, termasuk edukasi prostat yang selama ini masih dianggap tabu atau terlalu dini untuk dibahas. Namun, keterbatasan sumber daya dan padatnya program kerja Puskesmas menyebabkan kegiatan promotif tidak sepenuhnya menjangkau kelompok remaja di luar sekolah atau yang tinggal di panti asuhan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani gap tersebut melalui kegiatan intervensi langsung kepada remaja di Panti Asuhan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan melalui presentasi interaktif, dilaksanakan pada bulan Januari 2025 di Panti Asuhan Nurul Ichsan, Makassar, dengan melibatkan 30 remaja. serta pada kegiatan ini dilakukan pre-test dan post-test. Dengan hasil menunjukan. peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Skor rata-rata pre-test sebesar 56,3 meningkat menjadi 84,1 pada post-test, yang berarti terdapat peningkatan kognitif sebesar 49,3%. Peningkatan ini menggambarkan bahwa metode interaktif yang digunakan efektif dalam menyampaikan materi yang sensitif seperti reproduksi dan prostat.
Copyrights © 2025