Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Development of a health coaching model to improve caregivers’ ability to care for patients with mental disorders Andriani, Andriani; Yusuf, Ah; Fitryasari, Rizki; Kadar, Kusrini S.; Basrah, Miftahul Jannah; Sarih, Karmila; Fitriani, Nurlaila; Arsyad, Dian Sidik; Setialaksana, Wirawan
Jurnal Ners Vol. 20 No. 3 (2025): VOLUME 20 ISSUE 3 (AUGUST 2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v20i3.72926

Abstract

Introduction: This study aimed to develop a health coaching model grounded in these theoretical frameworks. Methods: An explanatory cross-sectional design was employed, involving 155 caregivers purposively recruited from seven primary health care centers in Makassar, Indonesia. Eligible participants were primary caregivers from nuclear or extended families, aged ≥18, with complete contact information, available for home visits, and referred by the mental health program coordinator. Study variables included family, caregiver, patient, nurse, and health care service factors, as well as health coaching, planned behavior, behavioral intention, and caregiver ability. Data were collected between February to June 2024 using structured questionnaires and analyzed with Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (SmartPLS v3.8). Results: The family, patient, and nurse-related factors significantly affected health coaching. These factors, along with caregiver characteristics, also affected planned behavior, which in turn significantly influenced behavioral intention and caregiver ability. Conclusions: Health coaching directly improved caregivers’ capability. These findings highlight the importance of comprehensive health coaching and family-centered training as integral components of mental health services.
MANAJEMEN CAIRAN DENGAN PEMBATASAN CAIRAN DAN PEMBERIAN DIURETIK UNTUK MENGURANGI EDEMA PADA PASIEN ACUTE DECOMPENSATED HEART FAILURE (ADHF) WET AND WARM TYPE I RUANG CARDIOVASCULAR CARE UNIT (CVCU ) : Fluid Restriction And Diuretic Administration To Reduce Edema In Patients With Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) Wet And Warm Type At The Integrated Heart Center Miftahul Jannah Basrah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: ADHF (Acute decompensated heart failure) merupakan sebuah gangguan yang dapat muncul akibat dari riwayat pernah mengalami gangguan dekompensasi dari penyakit Chronic Heart Failure. Dekompensasi pada pasien ADHF terjadi karena peningkatan aktivasi sistem saraf simpatis, hormon antidiuretic (ADH) dan renin-angiotensin aldosterone (RAAS). Aktivasi neurohormonal ini menyebabkan peningkatan RAAS dan vasokonstriksi intrarenal, sehingga meningkatkan retensi natrium dan air. Pada pasien gagal jantung terjadi penurunan kapasitas adaptif tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga membutuhkan pembatasan asupan cairan untuk mengurangi beban kerja jantung dalam memompa darah Tujuan: Mengetahui pengaruh pembatasan cairan dan efek diuretic untuk mengurangi edema pada pasien Acute Decompensated Heart Failure(ADHF).Metode: Dilakukan intervensi pada sampel sebanyak satu orang pasien di ruang Cardiovascular Care Unit (Cvcu), intervensi yang diberikan yaitu  pembatasan cairan, efek diuretic dan monitoring udem pada pasien selama 6 hari dari tanggal 19 Juni sampai dengan 24 Juni 2023. Hasil: Setelah dilakukan intervensi memonitoring pembatasan cairan, efek diuretic dan gejela udem pada pasien didapatkan penurunan pitting edema dari derajat 4 turun menjadi derajat 2, keluhan sesak berkurang, haluaran urine meningkat setelah pemberian diuretic furosemide. Kesimpulan: setelah dilakukan intervensi grade udem pada pasien menurun menjadi grade 2, pasien mengeluh sesak berkurang, dan bengkak pada wajah dan tangannya menurun
Empowering elementary school teachers through early detection of visual impairment training in Makassar Erfina, Erfina; Rahayu, Sri Bintari; Hariati, Suni; Andriani, Andriani; Basrah, Miftahul Jannah; Parawansyah, Asrul; Rahma, Nurmaulida
Community Empowerment Vol 10 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.13625

Abstract

Early detection of visual impairment in elementary school students is crucial for supporting academic achievement and child development. This community service activity aimed to increase the knowledge of teachers at SD Inpres Jongayya and Andi Tonro Makassar regarding the early detection of visual impairment. The method involved training and simulation on the use of the Snellen chart. Participant knowledge was evaluated using a pre-test and post-test design. The results showed an increase in teacher knowledge scores after the training, from an average pre-test score of 7.41 ± 1.570 to 7.79 ± 1.612 on the post-test. However, this increase was not statistically significant. This training provided an initial positive impact, but to ensure program sustainability, supporting efforts such as periodic supervision, provision of standard guidelines, and incentives for implementing teachers are necessary.
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Personal Hygiene Bagi Remaja: Pencegahan Prostat dan Penanganan Anemia Putri Asfarada, Muhammad Rizky; Mediawati, Ati Surya; Basrah, Miftahul Jannah; Rahma, Nur; Zakiyah, Alifah Ummu; Yanti Alimuddin, Nurul Ilmi; Reviani, Suci; Susanti, Lenny
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7018

Abstract

Anemia pada remaja putri mencapai 32%, yang menunjukkan perlunya intervensi kesehatan masyarakat secara lebih luas, khususnya di tingkat komunitas. Selain itu, data dari Kementerian Kesehatan tahun 2023 menegaskan pentingnya edukasi terkait kesehatan reproduksi dan deteksi dini penyakit tidak menular pada remaja, termasuk edukasi prostat yang selama ini masih dianggap tabu atau terlalu dini untuk dibahas. Namun, keterbatasan sumber daya dan padatnya program kerja Puskesmas menyebabkan kegiatan promotif tidak sepenuhnya menjangkau kelompok remaja di luar sekolah atau yang tinggal di panti asuhan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani gap tersebut melalui kegiatan intervensi langsung kepada remaja di Panti Asuhan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan melalui presentasi interaktif, dilaksanakan pada bulan Januari 2025 di Panti Asuhan Nurul Ichsan, Makassar, dengan melibatkan 30 remaja. serta pada kegiatan ini dilakukan pre-test dan post-test. Dengan hasil menunjukan. peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Skor rata-rata pre-test sebesar 56,3 meningkat menjadi 84,1 pada post-test, yang berarti terdapat peningkatan kognitif sebesar 49,3%. Peningkatan ini menggambarkan bahwa metode interaktif yang digunakan efektif dalam menyampaikan materi yang sensitif seperti reproduksi dan prostat.
Factors associated with caregiver ability to support medication adherence among people with mental disorders: a multivariate cross-sectional study Andriani, Andriani; Yusuf, Ah; Fitryasari, Rizki; Basrah, Miftahul Jannah; Arsyad, Dian Sidik; Hariati, Suni; Erfina, Erfina; Nurmaulid, Nurmaulid; Kadar, Kusrini S.
Jurnal Ners Vol. 21 No. 1 (2026): VOLUME 21 ISSUE 1 (FEBRUARY 2026)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v21i1.80610

Abstract

Introduction: This study aimed to identify family, caregiver, patient, nurse, and healthcare service factors associated with caregivers’ ability to support medication adherence among relatives with mental disorders. Methods: This cross-sectional study was conducted between February and June 2024 at seven community health centers (Puskesmas) in Makassar, Indonesia. Purposive sampling was used to recruit 155 caregivers. Questionnaires were validated prior to data collection. Bivariate associations were examined using the chi-square test, and factors associated with caregivers’ ability to support medication adherence were analyzed using multivariate logistic regression. Results: The multivariate model was statistically significant (model χ²  =  42.87, p < 0.001; Nagelkerke R² = 0.32). In bivariate analyses, the caregiver’s ability to support patients’ medication adherence was associated with family functioning, caregiver factors (gender, stress, motivation, knowledge), patient factors (relapse frequency, severity level), and nurse psychological factors. In the multivariate analysis, family economic status (AOR = 0.22, 95% CI = 0.07–0.69, p = 0.010), family functioning (AOR  =  2.58, 95% CI = 1.19–5.58, p = 0.016), caregiver motivation (AOR = 0.29, 95% CI = 0.12–0.73, p = 0.008), and caregiver knowledge (AOR = 0.40, 95% CI = 0.16–0.96, p = 0.041) remained significantly associated with caregiver ability to support medication adherence. Conclusions: These results suggest that family factors and caregiver psychosocial preparedness play critical roles in facilitating adherence-related caregiving practices. Strengthening family functioning and caregiver motivation and knowledge may improve support for medication adherence.
EDUKASI BOOKLET UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN ADHF: STUDI KASUS: Booklet Education to Improve Knowledge and Family Self-Monitoring in ADHF Patients: A Case Study Andina Setyawati; Muh. Fadhil Ichsan Jaya; Miftahul Jannah Basrah; Muhammad Rizky Asfarada
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2135

Abstract

Latar Belakang: Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) berisiko tinggi terhadap rawat inap berulang. Keluarga memiliki peran krusial dalam mendeteksi tanda perburukan melalui self-monitoring. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas Booklet sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan keluarga pasien ADHF. Metode: Studi kasus dengan desain pra-eksperimental pretest-posttest ini melibatkan dua subjek: kelompok intervensi (n=1) yang menerima Booklet dan edukasi terstruktur, serta kelompok kontrol (n=1) yang menerima edukasi lisan. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Chronic Heart Failure Knowledge Questionnaire. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan substansial dari 63,64% menjadi 100% (naik 36,36%). Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan minimal dari 45,45% menjadi 54,55% (naik 9,1%). Analisis per butir soal menunjukkan kelompok intervensi lebih unggul dalam mengenali tanda perburukan dan tindakan yang tepat. Format visual dan terstruktur dari Booklet memfasilitasi akses informasi berulang serta retensi pengetahuan yang lebih baik bagi keluarga. Kesimpulan: Meskipun dengan sampel terbatas, Studi kasus ini menunjukkan bahwa penggunaan booklet berpotensi meningkatkan pengetahuan keluarga pasien ADHF dibandingkan edukasi lisan. Diperlukan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar untuk memvalidasi temuan ini dalam praktik keperawatan kritis.