Perubahan sosial akibat urbanisasi di wilayah Depok berdampak pada memudarnya perhatian terhadap budaya Betawi Pinggiran sebagai identitas lokal. Di tengah perkembangan teknologi digital dan budaya visual masyarakat, seni mural berpotensi menjadi medium dialog antar generasi sekaligus sarana revitalisasi memori kolektif. Penelitian ini mengkaji peran seni mural sebagai media dialog budaya melalui sinergi seni rupa dan platform digital di kawasan eduwisata Rumah Budaya Depok. Transformasi budaya akibat migrasi spasial mendorong pergeseran pusat aktivitas budaya ke wilayah pinggiran, sehingga mural dipilih sebagai medium ekspresif untuk merekam dan memvisualisasikan folklor, narasi historis, serta identitas komunal Betawi Pinggiran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui telaah literatur, analisis kontekstual, dan sintesis teoretis. Integrasi teknologi digital, media sosial, koran digital, serta buku saku edukatif memperluas partisipasi publik dan memperkaya pengalaman interpretatif pengunjung. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi seni mural dan teknologi digital efektif membangun dialog budaya lintas generasi serta mendukung pengembangan eduwisata dan pelestarian budaya lokal berkelanjutan.
Copyrights © 2026