Legenda Danau Lau Kawar merupakan memori kolektif dan warisan sastra lisan masyarakat Karo di Sumatra Utara yang memuat nilai filosofis, teologis, dan sosiologis. Penelitian ini bertujuan mengkaji struktur naratif pembangun cerita serta mengungkap nilai didaktis di dalamnya sebagai sarana pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memadukan teori strukturalisme Vladimir Propp untuk mengidentifikasi fungsi naratif dan pendekatan pragmatik untuk menelaah daya didik teks serta respons moral masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi legenda tersusun atas unit fungsional yang berkaitan secara logis dan linier, meliputi situasi awal, konflik internal tokoh, hingga fase katastrofe. Struktur tersebut membentuk pola cerita peringatan yang memanfaatkan motif ketakutan dan empati untuk memengaruhi perilaku audiens. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai didaktis utama adalah prinsip bakti kepada orang tua, khususnya penghormatan terhadap sosok ibu, yang dikonstruksi melalui hubungan kausal antara tindakan kedurhakaan tokoh anak dan terjadinya bencana alam berupa amblasnya tanah dan banjir besar. Legenda ini menegaskan bahwa sastra lisan tradisional tetap relevan sebagai media pedagogi moral dan rujukan pengembangan bahan ajar sastra berbasis lokal.
Copyrights © 2026