Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kesalahan Penggunaan Piranti Kohesi Berupa Konjungsi Pada Karangan Argumentasi Mahasiswa Jiwandono, Nahnu Robid
JU-ke: Jurnal Ketahanan Pangan Vol 2, No 1 (2018): JU-Ke
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.336 KB)

Abstract

Bahasa memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi manusia. Penggunaan bahasa yang kurang tepat dapat menimbulkan ketidaksesuaian antara ujaran dengan maksud yang ingin disampaikan, terutama pada bahasa tulis. Hal ini disebabkan, pada bahasa tulis, orang yang berbicara tidak langsung hadir dan hanya diwakili oleh kata-kata yang dirangkai menjadi sebuah kalimat. Penulisan dan pemilihan kata menjadi hal yang mutlak diperlukan agar pesan atau maksud dapat tersampaikan kepada pembaca. Salah satu hal yang penting dan mutlak diperlukan adalah penggunaan alat kohesi. Konjungsi merupakan salah satu alat kohesi yang penggunaannya banyak kurang tepat. Melalui penelitian ini, peneliti berusaha melihat sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam menggunakan konjungsi sebagai alat kohesi yang mutlak diperlukan dalam teks atau karangan. Dalam hal ini peneliti menggunakan sumber data berupa karangan argumentasi yang ditulis mahasiswa. Kata Kunci: piranti kohesi, konjungsi, karangan argumentasi
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS (CRITICAL THINKING) MAHASISWA SEMESTER 4 (EMPAT) PADA MATA KULIAH PSIKOLINGUISTIK Jiwandono, Nahnu Robid
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2019): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1749.216 KB) | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v4i1.351

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kritis atau critical thinking merupakan salah satu kemampuan yang sangatpenting untuk dikuasai oleh manusia abad 21. Pembelajaran sudah seharusnya diarahkan untukmelatih peserta didik untuk dapat berpikir dengan kritis mengenai suatu masalah. Pembelajaranyang mengajarkan untuk menghafal saja lebih baik mulai diganti dengan menganalisis danmemberikan solusi yang logis. Pada penelitian ini, peneliti berusaha untuk mendapatkan datayang berkaitan dengan hasil tes mahasiswa pada Mata Kuliah Psikolinguistik. Tes yang diujikansudah dipersiapkan sedemikian rupa dengan karakteristik yang beragam, mulai dari soal yangberkategori C1, C2, C3, C4, C5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristikketerampilan berpikir kritis mahasiswa masih kurang. Terbukti dari hasil penelitian didapatkanbahwa soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang dikerjakan, sebanyak 57% masih salah,sedangkan 43% sudah dijawab dengan benar. Sementara itu, 57% mahasiswa menjawab soalLOTS (Lower Order Thinking Skills) dengan benar dan 43% mahasiswa menjawab salah.Dalam hal ini, peneliti menggunakan sumber data berupa hasil tes yang sudah dirancang olehpeneliti dengan subjek penelitian atau subjek uji adalah mahasiswa semester ke-4 tahun 2018.Kata Kunci: berpikir kritis, HOTS, LOTS
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA PERANGKAT DAN HASIL EVALUASI PEMBELAJARAN FONOLOGI Nahnu Robid Jiwandono
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3 No 1 (2020): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.56 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.776

Abstract

Abstrak: Dewasa ini, critical thinking atau yang lebih dikenal dengan keterampilan berpikir kritis menjadi topik yang sering dibahas karena merupakan kemampuan yang mutlak dimiliki di era milenial ini. Terlebih pada bidang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah, sampai di tingkat pendidikan tinggi. Pendidikan sudah tidak relevan lagi jika masih mengajarkan anak dengan sistem menghafal materi-materi sehingga pembelajaran hanya fokus pada mengingat saja. Padahal, yang lebih penting adalah peserta didik memahami, menganalisis, mengevaluasi, atau bahkan menciptakan berbagai macam pemecahan masalah dari berbagai masalah yang ada pada materi-materi pembelajaran. Kreativitas merupakan hal yang sangat penting di sini. Melatih anak untuk berpikir kritis terhadap sesuatu dan menawarkan solusi yang masuk akal perlu dijadikan titik fokus pembelajaran bahkan penilaian. Oleh karena itu, mengingat pentingnya keterampilan berpikir kritis ini, peneliti mencoba untuk memaparkan karakteristik keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran Mata Kuliah Fonologi yang dilaksanakan oleh mahasiswa semester II. Karakteristik ini meliputi soal yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran dan juga hasil evaluasi yang didapatkan. Dengan demikian, diharapkan dapat menghasilkan gambaran keterampilan berpikir kritis pada pengaplikasian pembelajaran di kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan masih rendahnya keterampilan berpikir kritis mahasiswa ketika mengerjakan soal-sal HOTS (Higher Order Thinking Skills). Kata Kunci: berpikir kritis, evaluasi pembelajaran, HOTS Abstract: Nowadays, critical thinking or better known as critical thinking skills is a topic that is often discussed because it is an absolute ability to have in this millennial era. Especially in the field of education, starting from the elementary school level, secondary school, up to the level of higher education. Education is no longer relevant if it still teaches children with a system of memorizing materials so learning only focuses on remembering it. In fact, what is more important is students understand, analyze, evaluate, or even create various kinds of problem solving from various problems that exist in learning materials. Creativity is very important here. Train children to think critically about something and offer solutions that make sense need to be the focal point of learning and even assessment. Therefore, given the importance of this critical thinking skill, the researcher tries to explain the characteristics of critical thinking skills in the learning of Phonology Courses conducted by the second semester students. These characteristics include the questions used in the evaluation of learning and also the evaluation results obtained. Thus, it is expected to produce a picture of critical thinking skills in the application of learning in the classroom. The results of this study indicate that students' critical thinking skills are still low when working on HOTS (Higher Order Thinking Skills) questions. Keywords: critical thinking, evaluation of learning, HOTS
PENGEMBANGAN TES ONLINE MENGGUNAKAN THATQUIZ PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA Alifiani Alifiani; Nahnu Robid Jiwandono; Isbadar Nursit
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.981 KB) | DOI: 10.33474/jpm.v3i2.647

Abstract

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP dan SMA tahun 2016 di Indonesia adalah langkah awal Pendidikan kita menuju Digitalisasi Teknologi dan Informasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Damapaknya seorang guru benar-benar dituntut profesionalismenya untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang Teknologi untuk mengikuti arus perkembangan teknologi, khusunya dalam menyelenggarakan tes berbasis komputer baik offline maupun online. Tidak semua guru mampu mengembangkan test berbasis komputer untuk digunakan dalam tes atau ujian yang dibuatnya. Test online dipilih karena mampu secara cepat melakukan penilaian dan sekaligus menampilkan nilai perolehan. Sehingga guru lebih cepat mengetahui kemampuan siswa dan segera melakukan perbaikan bagi yang belum berhasil dan memberi penghargaan bagi yang berhasil. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam bidang TIK untuk melaksanakan evaluasi dan penilaian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Dick dan Carry (1996) yang terdiri dari 4 tahap yang dikenal dengan model 4D. Hasil Penelitian adalah produk test online yang valid dan teruji yang dapat di gunakan guru dalam melakukan penilaian terhadap siswa.
Kecenderungan Guru dalam Menerapkan Pendekatan Student Centre Learning dan Teacher Centre Learning dalam Pembelajaran Asep Firmansyah; Nahnu Robid Jiwandono
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.91 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.229

Abstract

AbstractAbstrak Curriculum changes are evidence that the education system in Indonesia continues to evolve according to the needs of the times. However, teachers as education implementers have not entirely adjusted their implementation in the field to the curriculum regulations that have been set. The curriculum used today demands a learning process that focuses on student activity and skills in learning or commonly referred to as the Student Center Learning (SCL) approach. However, there is still the implementation of the Teacher-Centered Learning (TCL) approach or teacher-centered learning which is no longer relevant to the current situation. The purpose of this study is to determine whether the approach used by teachers in the learning process, tends to the teacher (Teacher Center Learning) or to students (Student Center Learning (SCL). The method used in this study is a qualitative descriptive method. Based on the analysis of the data from observations, there are three teachers who are still using the Teacher Center Learning (TCL) approach, meanwhile, there are four teachers who have used the Student Center Learning (SCL) approach. Teacher Center Learning AbstrakPerubahan kurikulum menjadi bukti bahwa sistem pendidikan yang ada di Indonesia terus berkembang menyesuaikan kebutuhan zaman. Namun, guru sebagai pelaksana pendidikan belum seluruhnya menyesuaikan implementasi di lapangan dengan peraturan kurikulum yang sudah ditetapkan. Kurikulum yang digunakan dewasa ini menuntut proses pembelajaran yang memusatkan pada keaktifan dan keterampilan siswa dalam belajar atau biasa disebut dengan pendekatan Student Centre Learning (SCL). Namun masih ada implementasi pendekatan Teacher Centered Learning (TCL) atau pembelajaran yang berpusat pada guru yang sudah tidak relevan lagi dengan keadaan saat ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pendekatan yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, cenderung pada guru (Teacher Centre Learning) atau pada siswa (Student Centre Learning (SCL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data hasil observasi, terdapat tiga orang guru yang masih menggunakan pendekatan Teacher Centre Learning (TCL). Sementara itu, guru yang sudah menggunakan pendekatan Student Centre Learning (SCL) terdapat empat orang. Jadi, dapat di sekolah menengah wilayah Cirebon Timur masih ada guru yang mengajar dengan menggunakan pendekatan Teacher Centre Learning. 
Peluang dan Tantangan Pengembangan UMKM Pati Angkrik di Desa Triharjo, Kabupaten Kendal Sa’id ‘Ali Asyhari; Novi Lieana Anggraeni; Hilda Fairuz Zain; Nahnu Robid Jiwandono
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober: Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v1i4.664

Abstract

Opportunities and challenges faced in developing MSMEs definitely exist in the MSME development process. Pati Angkrik as a local tuber food offers significant potential opportunities in improving community welfare. Pati Angkrik, which belongs to the group of tubers, can be processed into various processed food and beverage products. And the challenges faced by Pati Angkrik MSMEs include limited raw materials, limited human resources, time requirements, and ineffective marketing access, making the development of Pati Angkrik MSMEs also experiencing obstacles. Triharjo Village, Gemuh District, Kendal Regency, has the Pati Angkrik micro and small and medium enterprise (MSME) as one of the community businesses in Triharjo Village. However, there are challenges and opportunities it faces. The aim of this service is to provide MSME development to the challenges and opportunities faced by Pati Angkrik MSME actors in Triharjo Village, so that they can help Angkrik starch MSME actors by replacing more modern packaging and designing packaging for Angkrik starch MSME products. This devotion uses method Participatory Action Research is a method of raising public awareness regarding potential and existing problems and encouraging community participation in change activities that will be implemented. This service has succeeded in providing development for pati angkrik MSMEs by changing product packaging to modern packaging and creating packaging designs, so that the development of pati angkrik MSMEs can benefit the angkrik starch MSMEs in Triharjo Village.
Empowerment of Family Medicinal Plants (TOGA) as an Investment in Public Health in Sojomerto Village Lilis Komala Dewi; Maliki Alfajr Davin Candra Saputra; Vivi Juli Pratiwi; Atia Mumtaza; Muhammad Hafiz Damanik; Nahnu Robid Jiwandono
Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2024): : Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/semnas.v3i1.423

Abstract

Can be planted in narrow land, TOGA (Family Medicinal Plant) or what is often called a live pharmacy can be one of the traditional solutions to keep public health when the flu and cough attack. Not only is it planting and caring for toga plants also tends to be easy. In this dedication the activities carried out are planting together with the villagers of Sojomerto while explaining the benefits of plants in the area. This planting is also intended as a medium of awareness related to land use, therefore activities are carried out in the land adjacent to the village hall in order to make it easier for citizens to care for, maintain and use plants.
Empowerment of Micro, Small and Medium Enterprises Through Free Halal Certification Assistance to Strengthen Economic Independence Synergy in Triharjo Village Reny Setiyowati; Rizka Febri Melindasari; Najata Hammada Jakti; Nahnu Robid Jiwandono
Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2024): : Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/semnas.v3i1.444

Abstract

Halal certification on business products is an aspect that is always considered by every consumer. Indonesia as a country with a majority Muslim population, always maintains that every product circulating in the community has been halal certified. However, in reality, there are still many products that have not been certified halal due to the lack of knowledge and information possessed by business actors. KKN MIT 18 Post 58 UIN Walisongo together with Walisongo Halal Center took proactive steps to provide socialization and assistance for MSME actors in Triharjo Village to obtain halal certification for their products. This program applies the Service-Learning method by showing the commitment and direct contribution of students in empowering sustainable solutions in the community. This program aims to expand the market reach of their products, encourage MSMEs to consistently provide quality halal products and enhance economic independence for the people of Triharjo Village in a sustainable manner.
Sosialiasi Mengenai Masa Tua yang Sehat dengan Mengenal Manfaat Teh Bunga Telang untuk Tubuh pada Masyarakat Desa Sojomerto Elsa Sabina Putri Latifah; Nuralisah Meiliani Putri; Millatul Azizah; Mita Agustia; Fatma Nur Himatul Aliyah; Nahnu Robid Jiwandono
Jurnal Pelayanan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Pelayanan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jpm.v1i3.460

Abstract

The decline in physical and mental abilities is an inevitable sign of the aging phase. Maintaining health in old age involves not only physical activity and a balanced diet but also utilizing natural ingredients that can support overall body health. One such natural ingredient with significant potential to support health in old age is butterfly pea flower (Clitoria ternatea), known for its numerous health benefits, including stress reduction and cognitive function support. To raise awareness of the importance of preparing for healthy aging, the KKN MIT-18 Posko 57 Sojomerto Village team organized a seminar and workshop titled "Towards Healthy Aging and Knowing the Benefits of Butterfly Pea Flower." This event involved PKK cadres from Sojomerto Village and aimed to educate the community about the benefits of butterfly pea tea. The results of this activity showed an increased understanding among the community regarding the importance of maintaining physical and mental health in old age, as well as their enthusiasm for utilizing butterfly pea flower as a natural solution to support their health.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG HAKIKAT WACANA PADA MATAKULIAH WACANA BAHASA INDONESIA Nahnu Robid Jiwandono
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 2 (2021): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v6i2.2090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait hakikat wacana pada Matakuliah Wacana Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester V yang sedang menempuh Matakuliah Wacana Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tindakan berupa penerapaan model pembelajaran Think Pair Share. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan tes akhir siklus yang berisi soal sesuai indikator pemahaman konsep. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus pertama, hasil tes menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mendapatkan hasil kurang maksimal. Pemahaman mahasiswa terkait wacana dapat dikatakan masih kurang. Selanjutnya dilakukan tindakan penerapan model pembelajaran Think Pair Share dengan fokus pada pemantapan konsep terakit hakikat wacana. Pada siklus kedua ini, didapatkan hasil yang menunjukkan peningkatan yang signifikan terkait hasil belajar mahasiswa. Jadi, indikator keberhasilan sudah tercapai sehingga tidak perlu dilaksanakan siklus selanjutnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share terbukti dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait hakikat wacana. Kata Kunci: Wacana Bahasa Indonesia, Think Pair Share