Kinerja guru Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Gorontalo belum optimal, ditunjukkan oleh indikasi seperti kepala sekolah yang belum mampu membentuk kelompok kerja virtual, kurang memberikan motivasi, serta guru yang kurang mampu menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan dan menyampaikan pembelajaran dengan baik. Hal ini diduga berkaitan dengan kepemimpinan digital (e-leadership) kepala sekolah yang belum berkembang dan motivasi kerja guru yang belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara e-leadership dan motivasi kerja dengan kinerja guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 82 guru dipilih secara acak dari populasi 471 guru SMP Negeri di Kota Gorontalo. Data dikumpulkan melalui angket yang telah teruji valid dan reliabel, serta dianalisis menggunakan uji normalitas, linearitas, dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara e-leadership dengan kinerja guru (37,2%, kategori hubungan sedang), antara motivasi kerja dengan kinerja guru (53,1%, kategori hubungan kuat), serta secara simultan antara kedua variabel bebas dengan kinerja guru (77,5%, kategori hubungan sangat kuat). Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan kompetensi kepemimpinan digital kepala sekolah dan peningkatan motivasi kerja guru untuk mendukung kinerja guru yang optimal di era teknologi.
Copyrights © 2025