Perubahan tutupan lahan di wilayah perkotaan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas lingkungan dan keberlanjutan pembangunan. Kota Palu, sebagai pusat perkotaan di Provinsi Sulawesi Tengah, mengalami dinamika pemanfaatan lahan yang signifikan akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas tutupan lahan di Kota Palu hingga tahun 2025 serta menganalisis implikasinya terhadap perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan. Metode penelitian meliputi analisis citra satelit 2025 melalui digitasi on-screen menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan perhitungan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2025. Hasil analisis menunjukkan total luas tutupan lahan sebesar 203,531 ha, dengan dominasi ruang terbuka hijau berupa taman lingkungan (93,759 ha), median jalan (51,097 ha), dan sempadan badan air (48,646 ha). Kategori area dengan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) masih terbatas, hanya 1,876 ha. Perhitungan IKTL menghasilkan nilai 67,62, termasuk dalam kategori “Sedang,” menandakan tekanan aktivitas manusia terhadap kawasan bernilai ekologis. Permukiman menjadi penggunaan lahan yang paling banyak beririsan dengan kawasan bernilai lingkungan tinggi. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan kebijakan pengelolaan ruang, pemerataan RTH dan HCV, serta pengendalian alih fungsi lahan untuk mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyediakan dasar berbasis data untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan di Kota Palu.
Copyrights © 2026