Penelitian ini mengeksplorasi relevansi pemikiran Jean-François Lyotard tentang dekonstruksi narasi besar dalam konteks masyarakat informasi digital kontemporer melalui pendekatan kajian literatur naratif. Transformasi digital telah menghadirkan kondisi postmodern yang ditandai dengan fragmentasi pengetahuan, komodifikasi informasi, dan proliferasi mini-naratif di ruang siber. Kajian ini mengoperasionalisasikan konsep Lyotard untuk menganalisis bagaimana platform digital dan algoritma mengkonfigurasi fragmentasi epistemik, menciptakan ruang epistemik yang terisolasi, dan mengubah legitimasi pengetahuan dari pencarian kebenaran menuju performativitas ekonomis. Temuan menunjukkan bahwa skeptisisme terhadap metanaratif termanifestasi dalam ekosistem media sosial yang paradoks, di mana demokratisasi akses informasi bersamaan dengan polarisasi dan misinformasi. Komodifikasi pengetahuan dalam ekonomi platform menggeser nilai epistemologis menjadi nilai tukar ekonomis, sementara proliferasi mini-naratif menciptakan tantangan bagi kohesi sosial dan deliberasi demokratis. Implikasi teoretis penelitian ini memberikan kerangka analitis untuk memahami dinamika kekuasaan dan pengetahuan digital, dengan rekomendasi pengembangan literasi kritis dan tata kelola platform yang lebih demokratis untuk memitigasi risiko relativisme ekstrem dan fragmentasi epistemik dalam masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2026