Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan ciri-ciri kecerdasan emosioal, cara mengembangkan serta faktor penghambat kecerdasan emosional pada siswa korban perceraian orag tua (cerai hidup) di SMP Negeri 14 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tiga partisipan yakni NR, RR dan RA, serta informan dari orangtua, guru BK, dan teman sekelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orangtua berdampak pada emosi siswa seperti mudah marah, motivasi belajar rendah, dan kesulitan mengelola emosi. Meskipun demikian, siswa masih mampu membina hubungan sosial secara wajar. Strategi pengembangan dilakukan melalui perhatian, dukungan emosional, dan pemenuhan kebutuhan dasar oleh orangtua atau wali. Faktor penghambat yang dominan adalah kurangnya komunikasi efektif dan waktu berkualitas dengan orang tua.
Copyrights © 2025