Museum Sanga-Sanga merupakan salah satu situs bersejarah yang memiliki peran penting dalam pelestarian nilai-nilai perjuangan dan identitas budaya lokal. Namun demikian, kondisi bangunan dan lingkungan museum yang mulai mengalami degradasi menyebabkan menurunnya fungsi edukatif dan daya tarik museum bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi bangunan dan lingkungan Museum Sanga-Sanga agar lebih layak, tertata, dan berfungsi optimal sebagai ruang publik edukatif dan simbol nilai-nilai nasionalisme. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan pengelola museum dan masyarakat sekitar melalui tahapan identifikasi permasalahan, perencanaan, pelaksanaan revitalisasi, edukasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas fisik dan lingkungan museum melalui pembuatan tiang bendera, penataan pot bunga dan taman, serta peningkatan kebersihan gedung museum. Selain menghasilkan perubahan fisik yang signifikan, kegiatan ini juga berdampak pada meningkatnya kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan museum. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa revitalisasi museum berbasis partisipasi masyarakat efektif dalam memperkuat fungsi museum sebagai sarana pelestarian sejarah, pendidikan, dan penguatan identitas budaya lokal, sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.
Copyrights © 2026