Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan akibat penekanan saraf medianus yang sering terjadi pada pekerjaan dengan gerakan tangan berulang dan postur kerja tidak ergonomis, termasuk pada penjahit. Selain faktor fisik, stres kerja juga berperan meningkatkan risiko CTS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap pekerja penjahit mengenai pencegahan CTS melalui edukasi ergonomi dan manajemen stres. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi postur ergonomis, dan latihan peregangan dengan media leaflet dan audiovisual. Kegiatan dilaksanakan pada Januari 2026 di Pasar Sentral Kabupaten Soppeng dengan 73 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik dari 23,3% menjadi 89,0% serta peningkatan sikap kerja baik dari 15,1% menjadi 79,5%, dengan perbedaan signifikan (p<0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi ergonomi dan manajemen stres efektif meningkatkan pemahaman dan sikap pekerja dalam pencegahan CTS. Program edukasi kesehatan kerja disarankan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung penerapan perilaku kerja sehat dan menjaga produktivitas pekerja.
Copyrights © 2026