Penelitian ini menjelaskan peran guru sebagai fasilitator dalam pendidikan, terutama dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK), seiring perubahan dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau berbagai konsep tentang fasilitator, perbedaannya dengan cara mengajar tradisional, serta kaitannya dengan nilai dan ajaran Alkitab. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan peran guru sebagai fasilitator dengan jelas dan menunjukkan bagaimana peran ini dapat diterapkan dalam pembelajaran PAK. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru sebagai fasilitator memiliki tanggung jawab dalam memberikan suasana belajar yang aman, aktif, dan terbuka, serta membantu siswa belajar melalui pengalaman dan diskusi. Dalam PAK, peran ini sangat sesuai dengan ajaran kasih, pelayanan, dan keteladanan, sehingga guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing pertumbuhan iman dan karakter siswa. Pembahasan memperlihatkan bahwa guru fasilitator berbeda dari guru tradisional karena lebih mendorong siswa untuk berpikir, bekerja sama, bertanya, dan mandiri, termasuk dalam memahami firman Tuhan. Kesimpulannya, peran fasilitator membuat pembelajaran PAK lebih hidup, bermakna, dan membantu siswa berkembang secara menyeluruh baik dalam pengetahuan, keterampilan, maupun kehidupan rohani.
Copyrights © 2026