Modernisasi pertanian dan perubahan ekologi persawahan seringkali memicu pergeseran fungsi pada tradisi lisan agraris. Penelitian ini menelaah dinamika adaptasi pada tradisi Ermuro (menjaga padi) di masyarakat Karo, yang kini mengalami divergensi praktik akibat desakan efisiensi dan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah memetakan tipologi variasi pelaksanaan Ermuro serta menganalisis transformasi nilai yang melatarbelakanginya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus komparatif di Desa Sukadame dan Desa Sukamaju, penelitian mengidentifikasi empat tipologi praktik yang berbeda secara signifikan. Pertama, Tipologi Spiritual-Katarsis, di mana nyanyian dipertahankan sebagai mekanisme doa dan terapi psikologis oleh perempuan lansia. Kedua, Tipologi Pragmatis-Domestik, yang dijalankan oleh laki-laki dengan orientasi pada afirmasi peran pencari nafkah dan produktivitas hasil. Ketiga, Tipologi Reduksi Performatif, yang ditandai dengan hilangnya elemen estetika musikal dan hanya menyisakan teriakan fungsional. Keempat, Tipologi Substitusi Teknologi, yakni penggantian agensi vokal manusia dengan perangkat audio mekanis yang memicu alienasi budaya. Temuan ini menyimpulkan bahwa tradisi Ermuro sedang mengalami gradasi fungsi yang drastis, bergerak dari aktivitas kontemplatif yang intim menuju aktivitas teknis yang bersifat mekanis.
Copyrights © 2026