Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang berulang di kawasan perkotaan dan menimbulkan dampak multidimensi terhadap kehidupan masyarakat. Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan, merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap banjir akibat luapan Kali Pesanggrahan, curah hujan tinggi, kepadatan permukiman, dan keterbatasan kapasitas drainase. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis tingkat ketahanan masyarakat Kelurahan Ulujami terhadap banjir berdasarkan perspektif modal manusia, modal finansial, dan modal sosial, serta 2) menganalisis proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir dari aspek sosial ekonomi dan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada masyarakat pada tingkat RT/RW, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat ketahanan masyarakat Kelurahan Ulujami berada pada kategori sedang hingga tinggi, yang didukung oleh modal manusia dan modal sosial yang relatif kuat, terutama pada aspek pengetahuan dasar banjir, kondisi kesehatan keluarga, solidaritas antarwarga, dan akses informasi kebencanaan. Namun demikian, modal finansial masih tergolong rendah, ditandai oleh keterbatasan pendapatan, minimnya kepemilikan dana darurat, dan ketergantungan pada satu sumber penghasilan; 2) dari aspek rehabilitasi dan rekonstruksi, pemulihan sosial ekonomi pasca banjir telah berjalan cukup baik, tetapi belum sepenuhnya terintegrasi dengan upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan kelembagaan.
Copyrights © 2026